Kategori
berita

SMA RJ: Melahirkan Siswa Inovatif Melalui Kelas IPA STEM

 

Agar terwujudnya siswa yang siap dalam menghadapi tantangan global, SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) terus menggenjot para siswanya untuk lebih inovatif dan kreatif.

Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan melahirkan program STEM bagi para siswa yang berjurusan IPA. STEM ialah singkatan dari “Science, Technology, Engineering and Mathematic”. Dimana dalam program ini pembelajaran para siswa lebih banyak yang bersifat praktik, seperti robotic, merangka berbagai jenis jenis technoloy hingga memadukan pembelajaran IPA dengan Entrepreneur.

“Kita telah masuk di era technology super modern, gagasan-gagasan besar, karenanya kami di SMA IBS RJ melahirkan program ini supaya siswa kita setelah tamat sekolah punya bekal dan mampu bersaing di dunia yang sesungguhnya, tutur Rezi sebagai kepala sekolah.

Program STEM ini mengingatkan kita bahwa kegiatan belajar itu bukan hanya sebatas diteori atau diruang kelas. Program seperti ini sangat dibutuhkan para siswa disekolah agar pengetahuannya tak hanya sebatas imajinasi belaka.

Sementara Ronaldi selaku salah satu guru yang membidangi technology mengungkapkan “program ini mampu menggenjot semangat belajar para siswa, kadar keingintahuan mereka meningkat daripada hanya belajar sebatas teori, ini salah satu point positifnya.

Bagi sekolah yang bermukim di Kaniang Bukik kota Payakumbuh itu program ini adalah tahun pertama sejak diluncurkan tahun 2019 lalu meski begitu telah banyak inovasi baru yang dilahirkan, seperti pembuatan Eco Smart City, Mading Digital dan sekarang sedang menggarap pembuatan running text.

Berbicara mengenai tantangan global, sudah seharusnya para pendidik dan tenaga pendidik melahirkan inovasi baru yang mampu menunjang kualitas siswa untuk lebih kompetitif. Bila tidak pendidikan hanyalah sebagai simbol dimasa mendatang.

Pemberiaan ilmu secara praktik atau realitas akan meningkatkan pengetahuan siswa secara utuh terkait pembelajaran yang sedang ia jalani. Ilmu itu akan menempel 70% jika seseorang melihat dan mempraktikkannya, sementara bila ilmu itu hanya didengar yang menempel hanya 10% saja.

Kita berharap semua inovasi yang telah digarap dan sedang digarap bisa dikembangkan supaya siswa kita mampu berpenghasilan walau sedang masih bersekolah, terang Ronaldi.

SMA IBS RJ menjadi satu-satunya sekolah yang ada di kota Payakumbuh yang menerapkan program IPA STEM. Tentulah ini suatu inovasi yang membanggakan semoga nantinya bisa berkembang hingga melahirkan inovator-inovator muda yang siap membawa Payakuumbuh, Indonesia secara umum terbang ke alam kejayaan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *