Kategori
Buah Pikir

Game On/Offline?

Tulisan: Naila Aisha Fitriani

(Siswi SMP Islam Raudhatul Jannah)

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah game, bahkan semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua pasti mengenal istilah ini. Saat ini sudah banyak bermacam-macam game yang sudah beredar luas di luar sana. Sebuah aplikasi hiburan di kala suntuk dan lelah. Namun bagaimana jadinya jika hal tersebut disalahgunakan?

Memang, bermain game itu asyik. Melatih skill dan pantang menyerah hingga permainan itu

berhasil dimenangkan.

Apalagi bila sering memenangkannya, kita bakalan di kasih predikat “Pro player.” Mantep ga tuh? Jenis game ada 2 yaitu online dan offline. Bedanya sih kalau yang online memerlukan kuota agar bisa memainkannya. Sangat mengasyikkan sepertinya.

Walaupun saya belum pernah memainkannya dan tak akan pernah mencoba, namun saya tahu dampak buruk nya sangat banyak. Apalagi untuk para cowo-cowo labil yang

kebanyakan mudah terpengaruh. Game dapat membuat kecanduan. Sekali bermain, kalau menang kan pengen main lagi sampai puas. Ya kan? Bahkan ada yang sampai larut malam, hingga kelelahan dan susah mengatur pola makan. Diri sendiri menjadi tidak terurus. Game menyebabkan mata menjadi rusak. Akibat radiasi handpone yang masuk secara berlebihan ke dalam mata, dapat membuat mata menjadi minus. Pandangan menjadi kabur dan tidak jelas lagi. Apalagi jika bermain nya sambil rebahan. Itu akan membuat mata menjadi cepat lelah. Sama saja dengan menyia-nyiakan ciptaan Allah, Allah menciptakan mata untuk melihat, terutama sesuatu yang baik dan terpuji. Tetapi kenapa malah di sia-siakan demi kesenangan dunia?

Berikutnya, meskipun saya belum pernah bermain game, tetapi saya tahu jika di dalam game banyak unsur pornografinya. Saya pernah melihat, yang di game mobile legend, pakaian wanita yang tidak sopan. Di pamer-pamer kan di status medsos masing masing

Na’udzubillah lah.

Dan yang terakhir, prestasi sekolah menurun. Remaja millenial sibuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak mau mencari tahu dampaknya. Salah jali banget tuh! Kalau sudah kecanduan, pasti pengennya main terus, hingga lupa kewajiban nya sebagai

siswa. Melupakan tugas, menjadi malas, dan pasrah terhadap nilai.

Banyak lagi dampak negatifnya. Kurangi bermain game, boleh sih tetapi jangan berlebihan. Hanya sekedar untuk hiburan tidak apa-apa. Saya disini masih heran, kenapa ya suka banget gitu? hingga lupa waktu. Lebih baik kerjakan kegiatan yang lebih bermanfaat dan berguna. Perbanyak membaca buku, rajin ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Luangkan waktu untuk menghafal Alquran, jangan mencari waktu luangnya. Siapa tahu, dengan begitu kita tidak terlalu terbawa arus akhir zaman yang kejam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *