Kategori
Buah Pikir

Dahsyatnya Senyuman Seorang Guru

 

Oleh : Vivia Wirna,  S. Pt

Guru SD Islam Raudhatul Jannah

Hal kecil dan sederhana yang bisa mendatangkan manfaat yang sangat besar salah satunya adalah “senyuman”. Senyuman adalah sebuah tindakan kecil yang berdampak besar.  Rasulullah SAW telah mengajarkan dalam sebuah hadist yang artinya,  “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.  (HR.  Trimidzi,  Ibnu Hibban dan Baihaqi). Sosok pribadi yang murah senyum yang bisa kita teladani adalah Rasulullah SAW.  Dari Jarir bin ‘Abdullah,  beliau berkata,  “Sejak aku menjadi muslim,  tidak pernah Rasulullah SAW berjumpa denganku melainkan senyum kepadaku.  (HR. Bukhari dan Muslim).

Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia.  Sebagai seorang guru harus bisa menjadi  penyemangat dan motivator bagi setiap anak didiknya.  Usaha yang paling ringan yang bisa dilakukan guru adalah “tersenyum”.  Sambutan hangat yang diberikan seorang guru kepada anak didiknya setiap waktu dengan wajah yang ramah disertai senyuman yang tulus akan bisa mencairkan suasana belajar sehingga mereka akan menikmati setiap aktivitas belajar tanpa terbebani.  Tetapi  bagi sebagian guru hal yang ringan ini masih terasa berat dan sulit sehingga jarang sekali dilakukan.  Senyuman seorang guru akan memberikan aura yang positif terhadap anak didiknya.  Mereka akan merasa sangat dihargai,  disambut hangat oleh orang tua keduanya disekolah seperti hangatnya senyuman orang tua pertama mereka dirumah saat melepas anaknya berangkat ke sekolah. Senyuman seorang guru melambangkan sebuah ketulusan guru dalam mendidik.

Seperangkat kurikulum, berbagai metode,  model,  media, dan serangkaian dokumen administrasi yang harus dimiliki guru tidak akan mampu mencapai keberhasilan pembelajaran jika guru tidak mampu memberikan pelayanan positif kepada anak didik mereka.

Mengapa sebuah senyuman guru sangat penting ? Pentingnya senyuman seorang guru sama halnya dengan pentingnya sehelai benang bagi seorang penjahit.  Benang mampu menyatukan guntingan kain menjadi sebuah baju yang bisa dipakai dengan nyaman. Tanpa sehelai benang,  seorang penjahit tidak akan bisa menghasilkan sebuah baju.  Begitu juga dalam pembelajaran,  senyuman mampu menyatukan hati seorang guru dengan anak didiknya sehingga akan tercapai tujuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *