Kategori
Buah Pikir

Tik Tok

Tulisan: Syaikha Naila Aisha

(Siswi SMP Islam Raudhatul Jannah)

Tiktok? Siapa lagi human yang tidak mengetahui aplikasi satu ini. Tiktok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016

oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. Nah seperti yang kita ketahui, tiktok ini telah merajalela. Bahkan pas saya lihat di playstore, sudah di download oleh 100 juta people di dunia. Tetapi apakah dampak dari bermain tiktok tersebut?

Ya, dampak positifnya untuk sekedar mencari kesenangan dan kegembiraan. Apalagi pas ngumpul-ngumpul bareng keluarga, atau teman. Pasti bakal bikin video untuk dijadikan

kenang-kenangan. Juga untuk mengekspresikan perasaan kita pada saat itu. Apalagi kalau musik nya keren dan mengasyikkan. Namun, menurut saya, itu akan lebih banyak memberikan pengaruh negatif. Terutama pada perempuan, jika pengguna melakukan gerakan yang sangat berlebihan, itu akan mengundang syahwat dan dosa bagi para penonton nya. Kecuali jika video itu hanya disimpan sendiri, tidak untuk di posting ke media sosial. Tiktok juga bisa membuat kecanduan bagi pengguna nya. Terutama yang followers nya itu sudah banyak. Bahkan

saya pernah melihat suatu meme yang berisi sindiran kepada kepala daerah yang bermain aplikasi tersebut. Sindiran itu adalah “kok malah main tiktok pak? Banjir tuh yang diberesin.”

Lalu, saya pernah memposting suatu larangan bermain tiktok.

Kalimat nya begini “Rasa malu adalah suatu benteng yang sangat efektif untuk menghindarkan kita dari segala bentuk perilaku buruk. Tiktok misalnya. Rasulullah Saw bersabda, sesungguhnya perkataan nabi terdahulu yang tidak di ketahui manusia adalah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesuka hatimu. (H.R Bukhari).”

Setelah itu banyak saja yang berkomentar terhadap postingan saya. Seperti “kamu jangan terlalu alim, dan lain sebagainya.” Ini bukan persoalan terlalu alim atau apanya, tetapi

agama sudah melarang melakukan hal seperti itu. Hendaklah menjaga pandangan dan aurat nya. Itu kan sudah diatur oleh agama.

Jadi, sudah seharusnya kita selektif terhadap pengaruh yang masuk. Jika itu akan merusak ibadah kita kepada Allah,mendatangkan lebih banyak mudharat daripada manfaat sebaiknya

jangan dilakukan. Sebaiknya lakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah. Usia bumi sudah semakin tua, dan ada juga yang sudah meramal bumi akan kiamat.

Itu setidaknya menjadi pengingat bagi kita untuk menghindari perbuatan maksiat.

Kategori
berita

Raudhatul Jannah Raih 2 Emas dan 1 Perunggu Ajang OSEBI

 

Apa yang dikatakan Walikota Payakumbuh tentang Raudhatul Jannah (RJ) icon sekolah prestasi memang benar adanya.

Pada hari Ahad (23/02) RJ mendapatkan 2 medali emas dan 1 perunggu pada ajang  bergengsi Olimpiase Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) tingkat Nasional yang digelar di sekolah kharisma bangsa, Tangerang Selatan 21 sampai 23 februari kemarin.

Gelar itu didapat dari cabang cipta cerpen tingkat SLTP atas nama Arimbi Dwi Setyo, Cipta puisi tingkat SD M. Felix Fulvian dan tari kreasi yang beranggotakan 5 orang (Marsha, Naila, Alya, Afifah dan Yasmin).

Lomba cipta cerpen dan puisi meraih medali emas sementara tari kreasi mendapatkan medali perunggu.

“Sangat bersyukur sekali kita mendapatkan 3 medali. Osebi ini adalah kejuaran bergengsi, tahun lalu kita hanya mendapatkan 1 perunggu, sekarang 2 emas dan 1 perunggu. Alhamdulillah, semoga event selanjutnya anak-anak kita ini sudah bisa Go Internasional, ujar Erianto, kepala SD Islam Raudhatul Jannah.

Ultra selaku ketua pengurus Yayasan mengucapkan kepada siswa/i yang berprestasi, semoga kedepannya lebih baik. Semoga hasil ini dijadikan semangat kepada para siswa dan guru untuk lebih giat belajar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru pendamping, yang tak henti mengarahkan, membina semoga hendaknya menjadi amal jariyah.

Kebahagiaan tersebut bukan hanya dirasakan civitas akademika RJ, Walikota Riza Falepi turut memberi ucapan selamat kepada siswa/i yang telah mengharumkan nama Payakumbuh di kancah Nasional. Beliau berpesan agar jangan cepat puas dengan hasil yang telah diraih.

Riza juga mengalungkan piagam penghargaan kepada siswa tersebut pada saat kehadirannya menutup secara resmi syukuran Milad RJ yang ke 30 di Ngalau Indah, Payakumbuh (24/02).

 

Kategori
berita

Walikota Payakumbuh Puji Raudhatul Jannah  

 

Selama 4 hari 2 malam syukuran milad 30 tahun Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ). Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dengan sukses dan semarak yang melibatkan seluruh masyarakat kota Payakumbuh.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi secara resmi menutup kegiatan tersebut (24/02) di medan nan bapaneh, ngalau indah, Payakumbuh.

“Bila berbicara prestasi, Raudhatul Jannah (RJ) adalah iconnya dan itu adalah fakta. telah banyak RJ memberikan prestasi yang luar biasa untuk mengharumkan kota Payakumbuh” ujarnya, saat memberi kata sambutan.

“Tantangan pendidikan kita begitu kompleks, saya berharap RJ terus berproses dan membiasakan tumbuh di dalam iklim yang berinovasi agar terus berkembang. Saya dahulu sering berdiskusi dengan pak Thamrin Manan (Pendiri YPI RJ) beliau orang yang luar biasa, visioner, idenya begitu luas dan beliau adalah orang yang mendahului zamannnya, telah bertindak sebelum orang bertindak”.

YPI RJ merupakan yayasan pendidikan Islam pertama di kota Payakumbuh, dan menjadi salah satu yayasan pelopor dalam membangkitkan semangat pendidikan Islam di provinsi Sumatera Barat.

“Tahun ini, genap 6 lustrum perjuangan dan perjalanannya, semoga menjadi sukses dan tetap menjadi penerang jalan untuk ummat, sekali lagi saya sampaikan Dirgahayu untuk YPI RJ, ujar Riza diujung kata sambutannya.

Selain itu, Riza mengalungkan piagam kepada 6 siswa YPI RJ yang pada hari minggu kemarin (23/02), berhasil membawa pulang 2 emas dan 1 perunggu dalam pagelaran Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) tingkat Nasional yang digelar di sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan.

Juara 1 Cipta Cerpen tingkat SLTP atas nama Arimbi Dwi Setyo, Juara 1 Cipta Puisi tingkat SD M. Felix Fulvian dan juara 3 tari kreasi (Marsha, Naila, Alya, Afifah dan Yasmin).

Penutupan dan pengalungan piagam ini turut dihadiri juga oleh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Rangkaian Kegiatan

            Syukuran 30 tahun YPI RJ dimulai sejak hari kamis (20/02) dengan kegiatan seminar Nasional yang mengundang 4 rektor universitas ternama di Sumbar. Universitas Negri Padang (UNP), IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mengusung tema “Strategi Membangun SDM Yang Berintegritas Dalam Pembangunan Nasional”.

Sabtu (22/02) dilaksanakan jalan santai yang dimulai dari Ramayana hingga Ngalau Indah, Payakumbuh yang melibatkan seluruh civitas akademika dan wali murid YPI RJ. Siangnya, dilaksanakan lomba seni kerawitan antar sekolah SMP di luak lima puluh. Malam hari diadakan tabligh akbar oleh ulama, sejawaran dan praktisi pendidikan Ustadz Zulhamdi. Beliau juga ketua komisi fatwa Sumbar dan ketu MUI Padang Panjang.

Dihari minggu, diadakan lomba mewarnai tingkat TK dan lomba solo song religi mulai pagi hingga siang. Lalu malamnya, festival kebudayaan randai yang diikuti oleh sanggar-sanggar budaya terbaik di limapuluh.

Dihari terakhir (24/04), YPI RJ mengadakan upacara bendera bersama mulai dari unit TK hingga SMA dan ini adalah pertama kalinya sejak berdirinya YPI RJ.

Selain kegiatan tersebut, YPI RJ mengadakan expo pendidikan dan kebudayaan yang terbuka untuk seluruh masyarakat kota Payakumbuh. mulai sabtu hingga senin atau selama 3 hari 2 malam.

“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan kita berjalan dengan lancar. Banyak hal positif untuk masyarakat payakumbuh terkait acara ini. Expo misalnya beredar dengan cepat uang jutaan rupiah disini, transaksi jual beli. Fakta ini membuktikan bahwa YPI RJ bukan hanya bergerak dibidang pendidikan juga diseluruh sektor yang dapat membantu ummat, seperti ekonomi, sosial terang Ersis Warman selaku ketua panitia.

Sementara itu ketua Pengurus YPI RJ mengatakan, pertama saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia yang telah berhasil merencanakan, menjalankan kegiatan ini dengan baik. Tak terlupa juga kepada stakeholder yang turut membantu kepada Disparpora, Kepolisian, masyarakat Payakumbuh dan kepada semuanya yang tak mampu disebut satu persatu.

“Semoga ini bukan hanya acara ceremonial melainkan menjadi refleksi kita apa yang telah diperbuat dan apa yang akan diperbuat. Semoga RJ semakin jaya dan semoga kalimat Allah terus menggema ke pelosok negri.

Ucapan selamat juga hadir dari tokoh maupun lembaga di Sumatera Barat, seperti ketua DPRD Provinsi Sumbar, Walikota Payakumbuh, Dewan Da’wah Sumbar.

Kategori
Prestasi

Kado dari Batusangkar Untuk Raudhatul Jannah

 

Ditengah kesibukan baralek gadang dalam rangka syukuran yang ke 30 tahun. Raudhatul Jannah mendapatkan  kabar gembira dari bumi pagaruyung, setelah tim mading 3 D SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) menjadi juara 1, juara 2 dan juara favorit dalam rangka olimpiade fisika se Sumatera Barat (23/02).

Kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa jurusan fisika IAIN Batusangkar itu berhasil dipertahankan oleh SMA IBS RJ. Pasalnya, pada tahun yang lalu dibidang yang sama (baca:mading 3d) juga menjadi juara 1 dan favorit.

“Kita masih dapat mempertahankan gelar juara. Alhamdulillah, pada tahun ini ada peningkatan lagi, bila tahun lalu juara 1 dan favorit kini juga menjadi juara 2. Trophy ini kita persembahkan kepada YPI RJ yang saat ini sedang memperingati 30 tahunnya di ngalau Indah, Payakumbuh, terang Ronaldi selaku guru pembimbing.

Karya mading 3 D ini adalah karya siswa-siswa IPA STEAM (Sains, Technology, Engineering, Art dan Mathematic). IPA STEAM merupakan program baru SMA IBS RJ dan satu-satunya yang ada di Payakumbuh. dimana dalam program ini siswa banyak belajar praktik dan pengaplikasian. Seperti melakukan inovasi dalam pembuatan technology robotic, mading 3 d, running text.

Perlu diketahui IPA STEAM SMA IBS RJ ini telah meraih beberapa penghargaan seperti juara mading 3 D tingkat Nasional, juara 2 gebyar pendidikan inovasi se Sumatera Barat.

Kategori
berita

250 Siswa Bersaing Mendapatkan Golden Ticket SMA RJ

 

Sebanyak 250 siswa SMP se derajat dari berbagai daerah di Sumatera Barat memperebutkan golden ticket SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ).

Golden ticket ini merupakan tiket langsung kepada siswa/i bila berhasil menjadi yang terbaik dalam pagelaran Pesta Radja SMA IBS RJ. Kegiatan Pesta Radja Ini ialah kegiatan rutinan untuk memperingati Milad YPI RJ. Untuk tahun ini, ada 3 jenis lomba, tahfidz, baca puisi dan lomba bidang studi (LBS).

“Kami beri tiket langsung tanpa tes, tanpa wawancara kepada siswa/i bila berhasil menjadi yang terbaik. Tahun kemarin kami memberi golden ticket kepada 50 siswa yang terbaik”, ujar Rezi Ade Ridwan selaku kepala sekolah.

Lebih lanjut Rezi menyampaikan SMA IBS RJ mempunyai sejumlah program prioritas untuk melahirkan siswa inovatif. Seperti Entrepreneur bagi siswa IPS, STEM (Sains, Technoloy, Engineering, Mathematic) untuk siswa IPA.

Selain program prioritas SMA IBS RJ juga meraih prestasi-prestasi yang gemilang, seperti Juara 1 tingkat Nasional lomba mading 3d, inovasi eco smart city, robotic.

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Bedrizal sangat mengapresiasi inovasi dan perkembangan SMA IBS RJ yang semakin tahun semakin membaik. Beliau juga berharap agar nantinya, SMA IBS RJ dapat menjadi sekolah panutan untuk sekolah-sekolah lainnya.

Peserta Pesta Radja tahun ini sangat beragam, berasal dari penjuru-penjuru Sumatera Barat, sebut saja Pasaman, Bukittinggi, Tanah Datar, Limapuluh Kota dan sebagainya.

Perlu diketahui Pesta Radja ini merupakan penutup dari rangkaian Pesta Radja 2020. Sebelumnya Pesta Radja SD Islam Raudhatul Jannah dilaksanakan (18/01) dan untuk SMP Islam Raudhatul Jannah (31/01).

Pesta Radja ini diikuti sekitar 50 sekolah se Sumatera Barat. pelaksanaannya dilaksanakan di Kampus SMA IBS RJ, Kaniang Bukik, Payakumbuh selama 2 hari (14-15/20). Dalam kegiatan ini siswa SMA IBS RJ juga membuka stand makanan dan booth poto bagi para pengunjung.

Kegiatan ini turut dihadiri Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Payakumbuh, Camat Payakumbuh Utara, Lurah Tigo Koto Dibaruah, LPM, Tokoh-tokoh masyarakat.

Kategori
Buah Pikir

Mengajarkan Anak Belajar Bertanggung Jawab

Tulisan

Marwit Irianto,S.HI,.MH

(Guru PAI SMP Islam Raudhatul Jannah)

Azan Subuh telah berkumandang. Udara pagi yang dingin menusuk tulang. Melihat anak-anak yang masih dibungkus selimut, tak tega rasanya kita  untuk mengusik mimpi panjangnya. “Kasihan… biarkan saja….” Bisikan syetan pun turut membantu, agar tidak mengganggu mereka dalam lelapnya.

Bisa jadi kita sering menghadapi hal ini. Belum lagi anak-anak biasanya memang sangat sulit dibangunkan. Entah karena tidur terlalu malam, atau memang belum terbiasa bangun pagi. Padahal waktu subuh merupakan waktu yang spesial. Sejatinya, inilah detik-detik terpenting untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab anak sejak dini.

Mari kita memulai dengan sebuah pertanyaan. Mengapa pada periode kenabian, anak-anak yang memasuki usia baligh benar-benar mampu bertindak dewasa. Diantara mereka ada yang minta diikutkan dalam barisan perang, bahkan ada salah seorang sahabat yang memiliki cucu pada usia 22 tahun. Lebih dari itu, Beliau SAW pun sejak kecil sudah terbiasa menghidupi dirinya sendiri dengan mengembala kambing.

Kontruksi budaya masa kini yang entah darimana asalnya telah melahirkan anak-anak yang mengalami keterlambatan kemandirian. Anak-anak kita, yang biasanya memasuki masa baligh pada usia 9-15 tahun, terkadang masih dianggap kanak-kanak. Lihatlah anak usia SMP/ SMA sering kita pandang sebelah mata. Belum cukup umur dan belum bisa dimintai pendapatnya. Padahal di usia itu, anak telah memiliki taklif. Dianggap mampu memikul beban. Sehingga telah dimintai pertanggungjawabannya sebagai hamba Allah yang berakal.

Justru yang tidak bisa dimengerti, ketika ada larangan bagi anak usia SD/ SMP yang mencoba belajar mandiri. UU Perlindungan Anak berbicara dengan dalih ‘mempekerjakan anak usia di bawah umur.’ Padahal yang akan mereka lakukan adalah pekerjaan yang halal. Kita lupa, Rasulullah suri tauladan,mengembala kambing  sejak usia belia. Dan ini tidak menjadi masalah. Justru sebaliknya melatih kemandirian dan jiwa kepemimpinan dalam diri Beliau SAW.

Menanamkan Tanggung Jawab Sejak Dini

Banyak faktor yang mengantarkan seorang anak untuk berlatih bertanggung jawab. Pada dasarnya hal ini dimulai dari proses interaksi antara orang tua dengan anak di dalam keluarga. Orang tua adalah figur. Apa yang dibiasakan di dalam rumah, akan menjadi modal pengetahuan, pemahaman dan kebiasaan pada diri anak.

Bagaimana caranya?

Pada anak usia dini, latihan dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas pribadi yang sangat sederhana. Seperti makan sendiri, mandi sendiri, membereskan mainan sendiri, hingga  memelihara barang miliknya. Setelah itu meningkat pada tugas yang lebih komplek seperti membantu pekerjaan rumah, menjaga adik, dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan, sebagai orang tua hendaknya kita tidak langsung memberikan bantuan ketika anak mengalami kesulitan. Biarkan mereka mencoba. Biarkan mereka berusaha. Sertakan dorongan dan semangat agar mereka tak mudah menyerah. Setelah anak berada pada puncak kesulitan, barulah kita mengulurkan tangan untuk membantu.

Berikan pula kesempatan kepada anak untuk berinisiatif melakukan berbagai pekerjaan dan aktivitas. Biarkan anak belajar dari kesalahan, meski terkadang cukup merepotkan orang tua. Baik itu akibat gelas pecah alih-alih mencucinya sendiri atau tangan yang terkena duri setelah mencoba untuk membersihkan kebun. Biarkan mereka terus berkembang dan produktif selama masih dalam koridor syariat Allah.

Bagaimana bila anak melakukan kesalahan berkenaan dengan ketaatan kepada Allah? Ada sebuah cerita menarik dari ‘Abdullah bin Busr Ash-Shahabi Ra, tentang penanaman tanggung jawab ini. Beliau mengisahkan, “Ibuku pernah mengutus saya ke tempat Rasulullah Saw untuk memberikan setandan buah anggur. Akan tetapi, sebelum sampai kepada Beliau saya makan (buah itu) sebagian. Ketika tiba di rumah Rasulullah, Beliau menjewer telinga saya seraya bersabda: ‘Wahai anak yang tidak amanah’.” (HR Ibnu Sunni). Subhanallah… betapa Nabi SAW memberikan contoh yang gamblang, bagaimana menghadapi kesalahan yang dilakukan anak.

Akan tetapi, jangan lupa pula memberikan apresiasi positif tehadap setiap pekerjaan anak. Meski hasilnya jauh dari yang diharapkan, anak-anak akan merasa bangga dan dihargai atas setiap usaha yang dilakukan. Perlu diingat, bukan kualitas hasil saja yang menjadi patokan, namun juga kesungguhan mereka dalam berusaha.

Salah satu apresiasi positif yang sangat diharapkan anak adalah dorongan dan motifasi untuk mandiri. Berbagai kisah para sahabat yang selalu bersungguh-sungguh dalam setiap langkahnya, bertebaran dalam lembaran sejarah yang agung. Baik tentang Abdurrahman bin Auf berusaha dari titik nol, hingga menjadi pedagang yang sukses. Atau Bilal bin Rabah yang hanya seorang budak, hingga menjadi hamba merdeka dan mulia di sisi Allah dan RasulNya.

Nah, siapkah kita melatih mereka menjadi pribadi yang mandiri? In sya Allah…

 

Kategori
Prestasi

SMP RJ JUARA UMUM LOMBA MINAT BAKAT se-SUMBAR

Nama SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ) kembali menggema setelah dipastikan menjadi juara umum GMBK tingkat SMP/MTS se Sumatera Barat.

GMBK ialah singkatan dari Gema Minat Bakat Kreasi, kegiatan ini adalah perlombaan tahunan yang diselenggarakan oleh MAN 2 Payakumbuh yang saat ini telah memasuki edisi ke- 4.

SMP I RJ berhasil menjadi juara umum, pasalnya 13 siswanya berhasil menaiki podium. “Ada 12 siswa kami yang naik podium, 5 diantaranya menjadi juara 1. Ujar Hardi selaku guru pembimbing.

Beliau mengatakan gelar juara ini dipersembahkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ), pada 10 februari ini telah memasuki usia yang ke 30.

Sementara itu Ersis Warman selaku kepala sekolah merasa senang dengan pencapaian yang diraih oleh siswanya. “Alhamdulillah, kemenangan yang terasa sempurna. kami mampu bersaing disegala jenis lomba, bukan hanya dibidang agama saja, biologi kami juga menang, Matematika juga bahkan lomba Marathon 5 KM putri berhasil kami menangi.

Kegiatan yang berlangsung 07-08 Februari ini diikuti puluhan SMP se sederajat yang berasal dari Sumatera Barat. Panitia menyebutkan dominasi SMP I RJ sungguh luar biasa, Lomba Bidang Studi (LBS) jenis Biologi contohnya, mereka mendominasi secara mutlak.

Adapun siswa yang berhasil menyumbangkan kemenangan tersebut ialah, juara 1 Samudra Ilham (Biologi), Rafif Farras (Matematika), Ahmad Zaki (IPS), Abbas Arman Husni (PAI) dan  Nesya Ramadhella Rivha (Marathon 5 KM). Untuk juara 2  M. Novrizal Putra (Biologi), Hasanul Fikri (Matematika), Abdul Khaliq (IPS), Abdul Hakim Yafi (Fisika) dan Irham Fathi faza (Solo song Putra) sementara untuk juara 3 Hanafi Hendri (Biologi),  Fa’izatul Fitria, Faizah Nazhifa dan Azka Fathiya (Musabaqah Fahmil Qur’an).

 

Kategori
berita

SMP RJ HADIAHI UMRAH KEPADA SISWA

 

SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ) tak henti-hentinya memberikan dampak positif. Kali ini sekolah yang bermarkas di Labuah Baru, Payakumbuh itu memberikan tiket umrah kepada Muhammad Syahbian Anugerah. Reward ini diberikan langsung oleh ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ), H.Ultra., SP.d pada penutupan pesta radja ke XV (01/02).

Tiket Umrah yang diberikan itu adalah program SMP I RJ kepada calon hafizh/ah yang menjadi wisudawan tahfidz terbaik. Program ini InsyaAllah akan diadakan tiap tahun. Pada kesempatan ini, terpilihlah Muhammad Syahbian Anugerah.

“Kami selalu berupaya mencetak generasi Qur’ani. Inilah bentuk keseriusan untuk membumikan Al-qur’an di Payakumbuh. Ujar, Ultra.

Sementara itu Ersis Warman selaku kepala sekolah SMP I RJ, berharap kepada seluruh siswa agar mampu menyaingi pencapaian Syahbian. Semoga dengan tiket umrah tersebut dapat menjadi motivasi civitas akademika YPI RJ dalam menghapal, memaknai dan mencintai Al-qur’an.

Syahbian bersyukur dengan pemberian tiket umrah ini, Ia berharap dan mendoakan agar SMP I RJ lebih maju dan tak lelah untuk membina para siswa agar mencintai Alqur’an. Banyak hal yang menarik yang saya dapatkan selama di SMP I RJ salah satunya ialah geliat para gurunya yang selalu konsisten menyeru kebaikan, ujarnya.

Senada dengan Syahbian, Ruswandi (52) selaku orangtua menyampaikan dengan penuh kegembiraan pencapaian yang didapat anaknya, semoga hadiah umrah ini mampu jadi pemantik semangat bagi anak saya agar lebih rajin dan juga saya juga berharap, ini mampu menjadi motivasi yang berlipat ganda kepada  seluruh civitas akademika SMP I RJ.

Syahbian sendiri telah berhasil menghapal 15 Juz Al-qur’an dengan tajwid dan bacaan yang fasih. Selain itu, Ia terkenal sebagai siswa yang berakhlak mulia dan santun kepada guru dan teman sejawat.

Di ujung penyampaian Ersis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program mulia ini. Semoga program ini mampu dijalankan tiap tahun, terangnya.

Kategori
Buah Pikir

Terkadang Seseorang Lebih Khusyuk dalam Berdoa Ketimbang Sholatnya Sendiri

 

Dizaman millenial yang apa-apa serba trendi, menjadi momok bagi pemuda. Ini bukan hal yang menakutkan, namun ini adalah konflik batin pemuda dengan pemikiran serta situasinya. Sebagai contoh, launching handpone merk terbaru dengan series terbaru, semua pemuda akan berlomba lomba untuk membelinya dengan cara apapun.

Mirisnya, cara-cara tak lazim pun dipertontonkan, seperti salah satunya yang dilakukan pemuda-pemudi tersebut adalah menjual diri. Namun tidak semua kalangan dari pemuda-pemudi tersebut melakukan cara ‘kotor’ tersebut.

Adapula yang menggunakan akal sehatnya, caranya bukan tergolong ‘kotor’ namun cenderung ekstrem, seperti contohnya bekerja sampai melupakan tugas sekolah bahkan berhenti sekolah agar bisa leluasa bekerja agar keinginan mengikuti tren bisa diikuti. Adapun pemuda yang hanya dengan berharap, agar orang tua segera membelikan atau dikasih hadiah olehnya.

Pembahasan kali ini kita spesifikan cara pemuda yang terakhir, yaitu dengan doa dan harapan. Bagi umat muslim sangatlah lazim, jika usaha diiringi dengan doa. Namun, didalam sholat ada aturan bacaan yang tidak dapat dirubah, sehingga mereka tidak bisa menyebutkan keinginan, doa dan harapan mereka.

Akibatnya, mereka cenderung tidak khusyuk dalam sholat dan menyegerakan ingin berdoa agar hal-hal yang diinginkan bisa diucapkannya. Hal ini lah yang kita sebut dengan “Khusyuk dalam berdoa, ketimbang sholatnya sendiri”. Hal ini tentu bertolak belakang dengan prinsip-prinsip kehidupan yang salah satunya yaitu jika ingin sesuatu maka berusaha dan berdoalah. Sudah sholat tidak khusyuk, namun meminta nya dengan cara yang paling serius. Hal ini bisa diibaratkan seperti duduk ditepi menyedu air, berharap sampai dilidah adalah susu.

Ada pembahasan-pembahasan yang perlu kita ketahui, salah satunya orang yang berusaha tanpa berdoa adalah liberal dan orang yang berdoa tanpa berusaha adalah omong kosong. Apa solusinya jika disuruh memilih? Jawaban paling tepat adalah dengan melakukan keduanya, lakukan usaha maksimal dengan doa terkhusyuk.

Kategori
Prestasi

SMP RJ SIKAT HABIS TROPHY FLASHCO

 

SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ) menjadi juara umum Flamboyan Art Science and English 2020. Event ini adalah kegiatan tahunan yang dilakukan oleh SMAN 2 Payakumbuh, yang bertujuan untuk mencari bakat-bakat siswa berprestasi dan mengembangkan kemampuan dibidang akademis, sekaligus uji coba UN SMP dan PRA OSK untuk SMA.

Membawa formasi yang lengkap, SMP I RJ menyikat habis trophy lomba bidang studi tanpa ampun. Untuk bidang Matematika dan IPS menjadi juara 1 dan 2 dan bidang IPA menjadi juara 1. Dengan hasil yang demikian berhaklah SMP I RJ untuk membawa pulang gelar jaura umum.

Ersis Warman selaku kepala sekolah SMP I RJ menyambut baik kabar gembira tersebut. Beliau menghimbau jangan cepat puas dengan hasil, teruslah berproses sehingga kedepannya menjadi pribadi yang terus berkembang dalam kemajuan.

Ialah Rafif Farras yang menjadi juara 1 lomba Matematika dan Hasanul Fikri menjadi juara 2. bidang IPS Abdul Khaliq juara 1 dan Ahmad Zaki juara 2, sementara untuk bidang IPA dimenangkan oleh Abdul Hakim Yafi.

Erwin Yunas selaku wakil walikota Payakumbuh menghimbau agar terus belajar tanpa henti. Mari kita bersiap menghadapi persiangan yang semakin ketat dan terbuka. Kita harus siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.