Kategori
berita

Sekdis Pendidikan Payakumbuh Puji Pembinaan Raudhatul Jannah

 

Sekretaris Dinas Pendidikan kota Payakumbuh, Dasril., MP.d memuji pembinaan pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ). Penyampaian tersebut diutarakan pada saat memberi kata sambutan pada Pesta Radja ke-XV SMP Islam Raudhatul Jannah (31/01).

“Dinas Pendidikan kota Payakumbuh akan selalu mensupport Raudhatul Jannah (RJ). Karena selama ini apa yang dilakukan RJ selalu berdampak positif untuk pendidikan Payakumbuh bahkan Indonesia. Pembinaan RJ selangkah didepan yang lain, sudah seringkali siswanya mengharumkan Payakumbuh bahkan Sumatera Barat, terangnya.

Dasril menyebutkan beberapa prestasi yang diraih RJ tingkat provinsi dan nasional. Terbaru, Arimbi siswa SMP I RJ yang akan mewakili Sumatera Barat dalam olimpiade seni dan bahasa (OSEBI) cabang lomba menulis cerpen, di Tangerang 21 Februari mendatang.

Sementara itu Ultra selaku ketua pengurus yayasan menyebutkan bahwa pembinaan yang dilakukan di RJ berdasarkan minat dan bakat siswa. Disini kita merangkul semua siswa, ditanyakan apa keinginannya, karena kita menyadari bahwa mendidik itu merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, mengilhami bukan menghakimi.

Dalam usia yang akan genap 30 tahun, RJ telah banyak mencetak generasi-generasi hebat. Bukan saja dibidang Tahfidz dan keagamaan melainkan di semua bidang. Bahkan bisa dikatakan seluruh event yang pernah diikuti sudah pernah dimenangkan oleh RJ. Sebut sajalah Cerpen, Story telling, karya ilmiah, kerawitan, basket, sepakbola.

Pembinaan yang dilakukan RJ adalah dengan membentuk keyakinan dan karakternya dulu. Setelah keyakinan sudah mantap, ghirah ataupun semangat belajarnya akan muncul. Setelah itu lalu dipoles dengan pendekatan yang baik dan ahsan.

Kategori
berita

Pesta Radja Wadah Para Siswa Untuk Berkreasi

 

Pesta Radja ke XV SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ) resmi dibuka (31/01). Perlombaan tahunan yang memperebutkan piala bergilir dari Walikota Payakumbuh itu diikuti sekitar 600 siswa yang berasal dari penjuru Sumatera Barat. Mereka akan bersaing dengan segala kemampuan yang ada agar menjadi yang terbaik.

Tahun lalu yang menjadi juara umum ialah SD Islam Raudhatul Jannah (SD I RJ), seperti dalam ketentuan lomba, sekolah yang 3 tahun berturut-turut menjadi juara umum akan membawa pulang trophy secara tetap. SD I RJ telah juara umum 2 kali berturut-turut. Dengan realitas yang seperti itu diyakini bahwa pesta radja tahun ini akan lebih seru daripada tahun sebelumnya.

Panitia menyelenggarakan 4 jenis lomba yaitu lomba bidang study (LBS), tahfidz, futsal dan puisi. “Keempat lomba ini adalah perpaduan talenta-talenta siswa. LBS mewakili akademik, tahfidz mewakili keagamaan, futsal untuk olahraga dan puisi mewakili sastra. Terang Ferry Asra selaku ketua panitia.

Sementara itu ketua pengurus Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah, H. Ultra., SP.d berharap kegiatan tahunan ini dapat menjadi wadah kreasi kepada para seluruh siswa-siswa SD yang ada di Payakumbuh dan Sumatera Barat pada umumnya.

Harapan ketua pengurus YPI RJ itu bukan tanpa landasan karena pada tahun ini panitia pesta radja mengadakan expo di arena bertanding atau lebih tepatnya di halaman SMP I RJ. Terlihat disana ada pameran buku yang dikarang langsung oleh civitas akademika YPI RJ, juga ada lapak makanan hasil kreatifitas para siswa dan berbagai spot foto yang sayang untuk dilewatkan.

Pesta Radja bukan hanya sebatas kompetisi melainkan tempat bertemunya seluruh insan yang peduli terhadap pendidikan. Expo dibentuk bukan hanya untuk para peserta, melainkan untuk semua. Siapa saja berhak untuk berkunjung ke sini.

RJ selalu terdepan dalam pembinaan, ini hal yang mesti harus diapresiasi. Kegiatan pesta radja ini contohnya tiap tahun selalu semakin baik. Kami dari Dinas Pendidikan akan selalu Support bila itu itu baik. Pendidikan itu mengasyikkan bukan menjenuhkan, perlu rasanya kita mencontoh apa yang dilakukan SMP I RJ terkait pembinaan agar para siswa kita senang dalam belajar. Ujar Dasril selaku Sekretaris Dinas Pendidikan kota Payakumbuh.

Pesta Radja ini sendiri akan berlangsung selama 3 hari yang diikuti kurang lebih 50 SD yang di Sumatera Barat. Perlombaan dimulai hari jum’at hingga minggu. Seluruh perlombaan diadakan di SMP Islam Raudhatul Jannah (Labuah baru, Payakumbuh).

Kategori
Buah Pikir

CARA BELAJAR MENYENANGKAN

 

Oleh: HM Farid Wajri RM, S.Ag., S.Pd.I

(Guru PAI dan Bahasa Arab SMP Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh)

 

Nick Vujicic lahir tanpa lengan dan tungkai atau biasa disebut sindrom tetra amelia. Dia memiliki sebuah kaki mungil di bagian kaki kirinya yang ia gunakan untuk menggulingkan badan, menendang, menulis, mengetik, dan aktivitas lainnya. Nick yang lahir pada tanggal 4 Desember 1982 menjadi motivator dunia yang mengunjungi berbagai negara untuk memotivasi banyak orang. “Tanpa lengan dan tungkai, aku bisa menaklukkan dunia,” begitulah salah satu kutipan tulisannya.

Kisah nyata Nick Vujicic di atas mengajarkan satu hal bahwa orang yang memiliki keterbatasan fisik sekalipun, tetap bisa terampil melakukan banyak hal. Lalu mengapa kebanyakan manusia yang diberi kelengkapan fisik yang sempurna dan berfungsi baik, tidak mencoba menggunakan kelebihan itu dengan sebaik-baiknya untuk belajar?

Cara memulai belajar sebenarnya sederhana saja: 1) Mulai dari yang termudah yang bisa dipelajari, 2) lalu lanjutkan dengan sejumlah hal baru yang belum diketahui, dan                      3) tingkatkan kemampuan dengan belajar lebih sering dan efisien.

“Belajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak biasa menjadi biasa, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak memahami menjadi memahami dan lain lain …” [Gina Al Ilmi, (2008), hal. 8]

Berdasarkan definisi yang ditulis oleh Gina Al Ilmi di atas, penulis menyimpulkan bahwa inti dari belajar adalah perubahan dari tidak mempunyai menjadi mempunyai: Dari tidak mempunyai pengetahuan menjadi mempunyai pengetahuan; Dari tidak mempunyai kepandaian menjadi mempunyai kepandaian; Dari tidak mempunyai kebiasaan menjadi mempunyai kebiasaan; Dari tidak mempunyai kemampuan menjadi mempunyai kemampuan; Dari tidak mempunyai keterampilan menjadi mempunyai keterampilan; Dari tidak mempunyai pengertian menjadi mempunyai pengertian; Dari tidak mempunyai pemahaman menjadi mempunyai pemahaman, Dst.

Belajar itu memiliki alat. Alatnya ada 3, yaitu: 1. Otak. Otak merupakan bagian yang paling penting dari tubuh manusia. Karena semua gerakan tubuh, fungsi organ-organ tubuh, dan semua pusat kehidupan manusia terletak di otak. 2. Hati. Hati merupakan salah satu anggota tubuh manusia yang apabila dia baik maka baik anggota tubuh yang lain dan apabila ia buruk maka buruk anggota tubuh yang lain (Hadits Rasulullah Saw.). 3. Pemikiran. Pemikiran adalah kegiatan manusia mencermati suatu pengetahuan yang telah ada untuk mendapatkan atau mengeluarkan pengetahuan yang baru atau yang lain. Pemikiran dengan otak menggunakan logika sementara pemikiran dengan hati menggunakan rasa. Keduanya ini sama pentingnya asal ditempatkan pada proporsinya.

Dalam belajar, manusia hanya perlu untuk menguasai apa yang sudah dimilikinya sejak kecil, yaitu: kemampuan sederhananya berupa mendengar,  melihat,  menulis,  berhitung, dan merenung. Merenung diri sering dilupakan banyak manusia.

Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan termenung. Merenung adalah secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian yang mendalam. Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan  efektivitasnya karena memang sedang out of control, di luar kendali. Termenung biasa dikatakan meratapi hidup.

Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu. Jadi, renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal secara mendalam untuk kemudian berusaha mencari pokok persoalan dan berupaya memperoleh solusi/jalan keluarnya.

Untuk menjadi cerdas perlu 2 sebab berikut: Otak dan Kemauan. Pertama, Otak. Allah membekali setiap manusia yang lahir dengan otak. Otak memiliki empat bagian utama, yakni otak bagian belakang, tengah, depan, dan otak kecil. Masing-masing bagian otak ini memiliki fungsi dan tanggung tanggung yang tidak sama. Otak akan menerima rangsangan dengan pengalaman-pengalaman baru yang diterimanya melalui panca indra. Otak memiliki kemampuan memilih dan memilah tiap rangsangan yang masuk untuk diterima dengan baik atau diabaikan.

Kedua, Kemauan. Kemauan berkaitan dengan sikap internal/dari dalam manusia. Kemauan sangat menentukan. Ketersediaan fasilitas tidak menjamin seseorang bisa cerdas ketika dia tidak memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Dalam arti  bahwa dia sendiri yang tidak mau menjadi cerdas padahal buku dan guru ada di sisinya. Sebaliknya, tatkala kemauannya kuat, saat tidak ada fasilitas yang memadai pun maka ia berusaha dengan fasilitas seadanya menjadi cerdas. Dia berdiskusi dengan teman, belajar dari yang sudah lebih dahulu mampu, dsb.

Memaksimalkan kemampuan otak dan memperkuat kemauan untuk belajar mesti sejalan. Semakin besar tingkat kemauan manusia untuk belajar semakin tinggi derajat kecerdasan dia gapai. Sebaliknya, semakin kecil tingkat kemauan untuk belajar maka semakin rendah tingkat kecerdasan dia raih.

Untuk bisa memahami suatu bahan dengan cepat, caranya adalah dengan 7 ragam berikut, yakni:  1. Membuat kerangka bahan, 2. Membuat peta pikiran,  3. Mencari atau membuat contoh dari apa yang sedang dipelajari, 4. Mencoba mengajari pada diri sendiri, di depan kaca atau pada orang lain, 5. Mewawancarai diri sendiri tentang bahan yang sedang dipelajari, 6. Menulis kembali apa yang sedang dipelajari, dan 7. Mempelajari bahan yang lebih tinggi (lanjutan dari bahan yang dipelajari).

Agar belajar menjadikan cerdas hendaklah menemukan empat hal. Keempat halnya itu adalah: 1) Menemukan apa yang disukai, 2) Menemukan apa yang dinikmati saat melakukannya, 3) Menemukan apa yang memberikan hasil yang tinggi rata dalam hal itu, dan 4) Menemukan apa yang dikuasai dimana orang lain tidak bisa melakukannya.

Howard Gardner membagi kecerdasan dalam area manjemuk. Kecerdasan majemuk itu ada delapan. Kedelapanannya itu ialah cerdas angka, kata, gambar, musik, tubuh, orang, diri, dan alam. Dengan mengacu pada delapan kecerdasan ini, manusia mencermati ke dalam dirinya, mana yang lebih dia sukai, lebih dia nikmati, lebih dapat menghasilkan keterampilan yang dia akan dapat kuasai. Di bidang hitung-berhitung, kata dan kalimat, melukis dan memahat, bermusik, olah tubuh/raga, berhubungan dengan orang lain, instropeksi diri/merenung, ataukah dalam hal natural mengenali dan mengklasifikasi aneka spesies.

Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa IQ ternyata hanya menyumbang maksimal 30 % dalam kesuksesasan seseorang. Hal penting yang menentukan kesuksesan adalah keterampilan. –

Orang pintar tapi tidak terampil. Bayangkan! Bila manusia hanya bisa menghitung evaluasi di atas kertas, menuliskan kembali apa yang telah dihafalkan di dalam kertas ulangan, atau membuat laporan penelitian saja -walaupun dari semua itu manusia bisa mendapat nilai tinggi sewaktu bersekolah- tapi, kesuksesan hidup manusia di luar sekolah/kampus terletak di tangan masyarakat. Maksudnya: apakah lulusan sekolah/madrasah/Perguruan Tinggi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat? Misalnya, pada bidang mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Masyarakat (laki-laki) butuh khotib/orang yang menyampaikan khutbah waktu pelaksanaan shalat Jum’at. Apakah tamatan sekolah/Perguruan Tinggi tadi terampil untuk menyampaikan khutbah Jum’at? Ini tidak cukup dengan pintar dalam hal menjawab pertanyaan: Tuliskanlah rukun khutbah jum’at!

Bisa jadi selama manusia belajar dalam periode yang sangat lama itu ternyata tidak mempelajari apapun, tidak menguasai keterampilan apapun. Semua pengetahuan yang telah diperoleh ternyata tidak berguna untuk keseharian manusia atau manusia tidak tahu bagaimana menggunakannya untuk kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan kualitas diri haruslah manusia bertanya pada diri sendiri sekarang ‘apa yang bisa didalami selama waktu ke depan, sesuatu yang menarik yang disuka, yang mudah dan tidak berat untuk dipelajari terus menerus sampai menjadi ahli? Jawaban dari itu tergantung pada apa yang manusia minati.

Istirahat seimbang perlu saat kita belajar hal baru otak membentuk koneksi sinaps (sambungan antar syaraf) baru. Dan proses pembentuk sinaps ini bisa menyerap hingga 20 % energy dari tubuh kita. Akibatnya, tubuh jadi cepat capek. Untuk mengembalikan energy tubuh kamu, sedotan energy sinaps-sinaps baru itu perlu dilemahkan. Caranya adalah dengan tidur.

Ingatlah. Belajar adalah suatu proses yang berlangsung secara kontinu/berkelanjutan/terus-menerus di otak tidak bisa dicegah, tidak bisa dihentikan. Sekali manusia belajar, otak manusia akan menghubungkannya dengan materi lain yang tersimpan di otaknya.

Maju dengan belajar dengan cara: a. Selalu berusaha untuk belajar setiap waktu.                   b. Bisa belajar di mana saja dan kapan saja. c. Otaknya selalu aktif mengolah informasi yang dilihat/didengarnya. d. Selalu tertarik pada banyak hal unik dan baru. e. Terbuka pada berbagai pengalaman. f. Memiliki banyak pertanyaan di kepalanya. g. Memiliki penjelasan untuk setiap hal yang dilakukan. h. Kreatif dan terampil. i. Produktif, banyak menghasilkan karya asli. j. Memiliki pemikiran dan wawasan yang luas. k. Luwes dalam berpikir, memiliki berbagai sudut pandang. l. Merasa tertantang menyelesaikan masalah yang kompleks.            m. Mampu menyesuaikan diri dengan cepat pada lingkungan belajar yang baru. n. Memiliki pendapatnya sendiri dalam setiap hal. o. Menganggap kesulitan sebagai tantangan dan bukan masalah. p. Senantiasa cerdas dalam spiritual, yaitu mengaitkan tiap usaha dan kerja keras dengan rasa tawakkal dan berdo’a kepada Allah Swt.

 

DAFTAR REFERENSI

Ilmi, Gina Al, Cara Belajar Asyik, (Banten: PT. Panca Anugrah Sakti, 2008) Cet. ke-1

Lestari, Dwi, Nick Vujicic, Motivator Tanpa Lengan dan Kaki dalam https://www.idntimes.com/news/world/dwi-lestari-1/nick-vujicic-motivator-tanpa-lengan-dan-kaki-c1c2/full

Ditemukan 28 Januari 2020 pukul 23.10-23-15 WIB

Mubasir, Ahmad, Bagaimanakah Otak Bekerja dalam

https://www.kompasiana.com/am-19/550b592e8133117713b1e69a/bagaimanakah-otak-belajar

Ditemukan 28 Januari 2020 pukul 23.00-23.10 WIB

Prawiroatmodjo, Soekito, Berpikir Dengan Otak dan Berpikir dengan Hati Memang Beda dalam https://www.kompasiana.com/kito/59e550db7461b109c565a442/berpikir-dengan-otak-dan-berpikir-dengan-hati-memang-beda?page=all

Ditemukan 28 Januari 2020 pukul 23.50-23.57 WIB

Ulfa,  Juliana Belajar dari “Hati” dan dengan “Hati” dalam https://www.kompasiana.com/juliana.ulfa/54f78f78a33311fa7a8b45f0/belajar-dari-hati-dan-dengan-hati

Ditemukan 28 Januari 2020 pukul 23.15-23.30 WIB

 

Kategori
berita

Tingkatkan Ghirah Melalui Palestina

 

Payakumbuh/ Agar paham sejarah dan cinta sesama muslim semakin tumbuh, Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) mengadakan kegiatan peduli Palestina 27-28 Januari 2020 di unit-unit sekolah YPI RJ. Bekerjasama dengan Dewan Dakwah Sumatera Barat, Yayasan yang sebentar lagi memasuki usia 30 tahun itu berhasil mendatangkan aktivis sekaligus ustadz dari Palestina yang bernama Syekh Ahmad Al Babili.

Dengan nada sendu Syekh Ahmad, menjelaskan sejarah dan kondisi palestina yang sebenarnya. Mulai dari pembantaian, pemerkosaan, penjarahan yang dirasakan ummat muslim di Palestina hingga dilarangnya warga palestina untuk sholat di Masjidil Aqsha. Perbuatan biadab yang dilakukan oleh zionis Israel mampu membuat hati para siswa dan guru yang mendengarkan terenyuh bahkan ada yang berkaca-kaca.

Ini adalah sebuah pencerdasan kepada para siswa, agar mereka tau bagaimana kondisi dan tantangan Islam saat ini, mudah-mudahan ini mampu melejitkan motivasi belajar dan ghirah ke Islamannya. Ujar Akmal, selaku sekretaris YPI RJ.

Sementara itu Syekh Ahmad melalui penerjemahnya mengatakan perasaan bahagia dapat bertemu dengan civitas akademika YPI RJ, saya berharap nanti dari sekolah yang hebat ini muncul generasi-genarasi hebat yang mampu menaklukan masjidil Al Aqsha, sebagaimana yang dilakukan Shalahuddin Al Ayyubi 900 tahun lalu.

Acara yang dilangsungkan selama 2 hari ini, menyasar 4 unit YPI RJ. Yaitu TK, SD, SMP, SMA. Kegiatan dimulai pada senin pukul 07.30 di SMP Islam Raudhatul Jannah, lalu pukul 10.00 di SMA Islam Raudhatul Jannah. Pada hari selasa pukul 07.30 dilangsungkan di SD Islam Raudhatul Jannah dan diakhiri di TK Islam Raudhatul Jannah pukul 11.30 WIB.

Dari kegiatan sosialisasi ini setidaknya 2000 siswa telah memahami tentang Palestina, Alhamdulillah. Lebih lanjut Akmal menyampaikan kepedulian anak-anak kita dan guru kepada palestina sangat kental, terlihat saja dari pengumpulan dana yang relatif singkat terkumpul uang sebanyak 12,5 Juta rupiah dan Emas 1,5, bila dinilaikan dalam bentuk uang, sekitar 15 juta rupiah. Semoga donasi ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang disana, terangnya.

Kategori
berita

SMA RJ: Melahirkan Siswa Inovatif Melalui Kelas IPA STEM

 

Agar terwujudnya siswa yang siap dalam menghadapi tantangan global, SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) terus menggenjot para siswanya untuk lebih inovatif dan kreatif.

Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan melahirkan program STEM bagi para siswa yang berjurusan IPA. STEM ialah singkatan dari “Science, Technology, Engineering and Mathematic”. Dimana dalam program ini pembelajaran para siswa lebih banyak yang bersifat praktik, seperti robotic, merangka berbagai jenis jenis technoloy hingga memadukan pembelajaran IPA dengan Entrepreneur.

“Kita telah masuk di era technology super modern, gagasan-gagasan besar, karenanya kami di SMA IBS RJ melahirkan program ini supaya siswa kita setelah tamat sekolah punya bekal dan mampu bersaing di dunia yang sesungguhnya, tutur Rezi sebagai kepala sekolah.

Program STEM ini mengingatkan kita bahwa kegiatan belajar itu bukan hanya sebatas diteori atau diruang kelas. Program seperti ini sangat dibutuhkan para siswa disekolah agar pengetahuannya tak hanya sebatas imajinasi belaka.

Sementara Ronaldi selaku salah satu guru yang membidangi technology mengungkapkan “program ini mampu menggenjot semangat belajar para siswa, kadar keingintahuan mereka meningkat daripada hanya belajar sebatas teori, ini salah satu point positifnya.

Bagi sekolah yang bermukim di Kaniang Bukik kota Payakumbuh itu program ini adalah tahun pertama sejak diluncurkan tahun 2019 lalu meski begitu telah banyak inovasi baru yang dilahirkan, seperti pembuatan Eco Smart City, Mading Digital dan sekarang sedang menggarap pembuatan running text.

Berbicara mengenai tantangan global, sudah seharusnya para pendidik dan tenaga pendidik melahirkan inovasi baru yang mampu menunjang kualitas siswa untuk lebih kompetitif. Bila tidak pendidikan hanyalah sebagai simbol dimasa mendatang.

Pemberiaan ilmu secara praktik atau realitas akan meningkatkan pengetahuan siswa secara utuh terkait pembelajaran yang sedang ia jalani. Ilmu itu akan menempel 70% jika seseorang melihat dan mempraktikkannya, sementara bila ilmu itu hanya didengar yang menempel hanya 10% saja.

Kita berharap semua inovasi yang telah digarap dan sedang digarap bisa dikembangkan supaya siswa kita mampu berpenghasilan walau sedang masih bersekolah, terang Ronaldi.

SMA IBS RJ menjadi satu-satunya sekolah yang ada di kota Payakumbuh yang menerapkan program IPA STEM. Tentulah ini suatu inovasi yang membanggakan semoga nantinya bisa berkembang hingga melahirkan inovator-inovator muda yang siap membawa Payakuumbuh, Indonesia secara umum terbang ke alam kejayaan.

 

 

 

Kategori
Prestasi

SMA Rj Juara 2 Lomba Pengibaran Bendera

Berprestasi disegala lini, begitulah kata yang cocok disandingkan kepada SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ). Setelah mengadakan expo kewirausahaan untuk pertama kalinya bagi siswa pada bulan lalu, sekolah yang berorientasi pada pengembangan bakat siswa ini, kini menjadi juara 2 lomba pengibaran bendera se Kota Payakumbuh.

Lomba yang diadakan pada (18/01) di Gelanggang pacuan kuda itu diikuti oleh seluruh SMA/sederajat, dengan format satu tim 9 orang. menurunkan pasukan dengan rincian 7 laki-laki dan 2 perempuan. Tim SMA IBS RJ berhasil membuat dewan juri terkesima.

Febrina Handayani selaku Pembina, mengatakan bahwa hasil ini sudah cukup baik mengingat tahun lalu, tidak masuk 3 besar. Saya melihat dari pengembangan kualitas tim semakin hari semakin membaik, semoga event selanjutnya mendapatkan hasil yang lebih baik daripada ini, ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA IBS RJ, Rezi Ade Ridwan ini adalah sesuatu yang sangat positif untuk tim pengibaran bendera kami, mereka mampu melakukannya dengan disiplin, bahkan mengalahkan sekolah-sekolah yang dalam catatan sejarah sebagai langganan jawara dalam perlombaan ini.

Lomba pengibaran bendera ini adalah kegiatan tahunan yang diagendakan oleh Purna Paskibaraka Payakumbuh. Adapun 9 siswa tersebut ialah, Al Huda Harta Sutami, Cut Ghaniyya, Fakhri Al Faiz Khairan, Gracia Festila Lose, Indra Ahmad, Muhammad Adilla Rizki, Muhammad Ghazi Rafila, Muhammad Rofid, dan Muhammad Rehan Jodi.

Kategori
Press Release

500 Anak Meriahkan Pesta Radja SD I RJ

 

(18/01) Dihadapan 500 pasang mata, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ), H. Ultra, Sp.d, resmi membuka pesta radja SD Islam Raudhatul Jannah yang ke 3.

Kegiatan tahunan ini diadakan untuk memperingati Milad YPI RJ yang ke 30 tahun. secara substansif, kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim antar tenaga pendidik, juga sebagai wadah kreatifitas bagi para siswa TK untuk menunjukkan bakat dan kebolehannya.

Ultra mengatakan, usia TK ini adalah “golden age” atau biasa kita menyebut usia emas. sebaiknya pada usia ini anak ataupun siswa kita berikan keleluasan bagi mereka untuk berkembang dan bertumbuh, dengan cara memfasilitasi mereka mengenal dunia secara luas.

Sementara itu, kepala sekolah SD I RJ, Erianto menyampaikan bahwa usia TK adalah usia dimana seorang anak sedang riang-riangnya, sudah semestinya kita mewadahi sifat riang mereka itu ke arah yang bermanfaat dan positif.

Pesta Radja SD I RJ kini telah memasuki tahun ketiga, untuk tahun ini menyelenggarakan 4 jenis lomba tingkat TK/RA. Yaitu Mewarnai, lomba ini sangat erat dan kreatifitas, imajinasi, inovasi. Agar kelak mampu menjadi siswa yang pembaharu.

Selanjutnya baca puisi, lomba ini mengajak anak untuk mampu olah kata dengan baik, sementara itu baca Iqro’ dan tahfidz, bertujuan untuk membentuk karakter islami di jiwa anak.

Secara keseluruhan semua jenis lomba yang dipertandingkan adalah bentuk integrasi pembentukan karakter. Yang berorientasi kepada metode student center.

Pesta Radja ini dilakukan pada sabtu 18 januari 2020, di kampus SD I RJ. Seperti ketentuan tahun-tahun sebelumnya, para pemenang disetiap jenis lomba akan diberikan silver ticket, atau secara otomatis menjadi calon siswa SD I RJ.