Kategori
berita Prestasi

“SMP RJ JUARA UMUM MILLENIAL STUDENTS OLYMPIADE 2019”

(30/11) Kesekian kalinya panitia pelaksana geleng kepala melihat SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ), kali ini dalam perlombaan Millenial Students Olympiade (MSO) Nurul Fikri 2019 dimana SMP I RJ menjadi juara umum dengan menjadi juara 1 di 3 cabang perlombaan dari 4 cabang yang diperlombakan,  meraih 7 sertifikat dari 12 yang disediakan.

Selalu haus dengan prestasi begitulah SMP I RJ, setelah sebelumnya menjadi juara umum Mathematic Challange di UNP serta mendatkan piala bergilir dari gubernur, kali ini gelar MSO Nurul Fikri yang dibawa pulang.

Hardi selaku Guru pembina olimpiade menyampaikan rasa bangga kepada siswa-siswa yang meraih prestasi, inilah yang saya salutkan kepada mereka, walaupun telah berprestasi kesana kemari, namun mereka belum puas, tetap terus belajar dan Alhamdulillah kelelahan belajar itu kini telah dapat mereka cicipi hasilnya.

Ada kepuasan tersendiri dari siswa kami yang mengikuti lomba, selain karena mendapatkan juara, ajang ini juga sebagai tolak ukur bagi para siswa sudah sampai mana mampu bersaing, terlebih ajang ini diadakan oleh Nurul Fikri, salah satu bimbingan belajar favorit di Sumatera Barat. Alhamdulillah, pembinaan intensif kita kepada Siswa di sekolah sangat membuahkan hasil dan mampu bersaing dengan siswa-siswa yang ada Sumatera Barat, tuturnya.

Hasanul Fikri selaku perwakilan siswa menyampaikan rasa suka cita atas hasil yang diperoleh semoga ini menjadi pelecut semangat agar mampu menghasilkan prestasi-prestasi terbaik.

Sementara itu kepala sekolah SMP I RJ, Ersis Warman menyambut dengan baik kabar gembira ini, dan beliau menyampaikan setiap siswa yang berprestasi akan kami apresiasi. Semua hadiah yang didapat dari perlombaan semuanya kami berikan kepada siswa, dan bila memungkinkan kami akan memberikan hadiah tambahan kepada mereka yang telah berhasil mengharumkan nama sekolah, dan meninggikan agama Allah.

Millenial Olympiade Students adalah olimpiade para siswa-siswa se Sumatera Barat yang diadakan oleh Bimbingan belajar Nurul Fikri, yang tujuannya untuk melahirkan insan yang cerdas dan berjiwa kompetitif. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 November hingga 29 November 2019 diikuti puluhan sekolah yang tersebar di Sumatera Barat.

Adapun siswa yang meraih medali Ialah Juara 1 Hasanul Fikri untuk cabang Matematika, Abdul Hakim Yafi pelajaran IPA serta Ahmad Zaki bidang IPS. Sementara untuk Juara 2 Rafif Farras untuk Matematika, Abdul Khaliq untuk IPS dan M. Fawwaz Alfareza pada pelajaran Bahasa Inggris dan Juara 3 M. Mughni  Shodiq untuk pelajaran IPS.

 

Kategori
Buah Pikir

DI KEABADIAN

Tulisan:
Khalisha Ainna Putri
(Kelas: 9.5 Billingual SMP Islam Raudhatul Jannah)
Angin menghembuskan debu-debu
Menghancurkan gunung-gunung
Memuntahkan isinya

Bumi menggigil terkejut
Langit terbelah, rapuh dan merekah
Menunjukkan kuasa sang Khalik

Isi bumi berhamburan keluar
Terdengar jeritan sangkakala
Nyawa meregang pasrah
Roh jauh meninggalkan jasadnya
Seperti burung yang tlah jauh dari sangkarnya

Jiwa bangkit tanpa rupa
Tak kenal siapa
Melangkah dalam rimbun jiwa
Dan pada saat itu,
Manusia di hadapan tuhannya
Menuju pengadilan utama

Derap langkah menapaki sidratul mustaqim
Meniti dalam helaian tipis yang tlah dibagi tujuh
Dalam pilihan nirwana atau penjara api

Di sana,
Keabadian `kan kau temukan
Tak ada pilihan bagimu
Tak jua bisa berharap `tuk kembali
Itu lah keabadian,
Yang slama ini kau nantikan.

Kategori
Buah Pikir

Merdeka!

Puisi Muhammad Fadhilul Dzikri

(Siswa SMP Islam Raudhatul Jannah)

 

Sampai saat ini ribuan darah telah tertumpah di bumi pertiwi
Sampai saat ini ini ribuan nyawa telah melayang
Sampai saat ini ribuan tulang-belulang telah berserakan
Semua demi satu tujuan dan harapan
Satu kata “Merdeka”

Untuk Indonesia tercinta

 

Dan, saat ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah terlahirkan

Semua terwujud dengan perjuangan dan semangat para pahlawan
Dengan tetesan darah dan air mata
Dan jiwa-raga yang dikorbankan
Demi satu impian
Merdeka

 

Tak terhitungkan jiwa-raga gugur di medan pertempuran
Darah segar pejuang merasuk di bumi pertiwi

Tulang belulangmu berserakan
Namun, jenazahmu tersenyum dengan bangga
Menyaksikan kemenangan perjuangan yang tak kan pernah kau nikmati

 

Pahlawan bangsa…

Kami bangga memilikimu walau hanya dari cerita

Doa kami, semoga engkau tenang di alam sana

Semangat dan perjuanganmu tidak akan pernah mati di hati kami

Demi satu kata untuk bangsa tercinta

Merdeka…

 

Sampai saat ini ribuan darah telah tertumpah di bumi pertiwi
Sampai saat ini ini ribuan nyawa telah melayang
Sampai saat ini ribuan tulang-belulang telah berserakan
Semua demi satu tujuan dan harapan
Satu kata “Merdeka”

Untuk Indonesia tercinta

 

Dan, saat ini Indonesia telah merdeka
Bangsa besar telah terlahirkan

Semua terwujud dengan perjuangan dan semangat para pahlawan
Dengan tetesan darah dan air mata
Dan jiwa-raga yang dikorbankan
Demi satu impian
Merdeka

 

Tak terhitungkan jiwa-raga gugur di medan pertempuran
Darah segar pejuang merasuk di bumi pertiwi

Tulang belulangmu berserakan
Namun, jenazahmu tersenyum dengan bangga
Menyaksikan kemenangan perjuangan yang tak kan pernah kau nikmati

 

Pahlawan bangsa…

Kami bangga memilikimu walau hanya dari cerita

Doa kami, semoga engkau tenang di alam sana

Semangat dan perjuanganmu tidak akan pernah mati di hati kami

Demi satu kata untuk bangsa tercinta

Merdeka…

 

 

Kategori
Buah Pikir

TRIK MEMBACA BUKU DENGAN CEPAT

Oleh: HM Farid Wajri RM, S.Ag., S.Pd.I

(Guru PAI dan Bahasa Arab SMP Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh)

Membaca merupakan aktivitas kompleks yang mencakup fisik dan mental. Aktivitas fisik yang terkait dengan membaca adalah gerak mata dan ketajaman penglihatan. Aktivitas mental mencakup ingatan dan pemahaman.

Orang dapat membaca dengan baik jika mampu melihat huruf-furuf dengan jelas, mengingat simbol-simbol bahasa dengan tepat, dan memiliki penalaran yang cukup untuk memahami bacaan.

Di samping itu agar dapat membaca dengan baik seseorang hendaklah mempunyai tujuan. Sebelum membaca, dia sudah punya need/ kebutuhan informasi yang harus dia isi dengan membaca.

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Selain itu, membaca juga mempunyai tujuan lain, seperti:

1) Kesenangan;

2) Memperbarui pengetahuannya tentang suatu topik;

3) Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya;

4) Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis;

5) Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi;

6) Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain; dan

7) Mempelajari tentang struktur teks.

Bisa  membaca dengan baik merupakan karakter dan kebiasaan orang-orang besar. Mereka  dan buku seperti sepasang sejoli. Salah seorang contohnya adalah Bapak Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta yang populer sebagai Bung Hatta, salah seorang Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah 11 tahun belajar di Belanda, dia pulang ke Indonesia dengan membawa 16 peti berisi buku.

Terbalik dengan kondisi Indonesia dewasa ini. Pada  tahun 2012, organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB (UNESCO) mengungkapkan bahwa hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang memiliki minat baca serius. Sejalan dengan ini,  Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Satria Dharma menyatakan, budaya membaca masyarakat Indonesia masih lemah dengan hanya menempati peringkat paling rendah di antara 52 negara di Asia Timur pada tahun 2009.

Tahun 2015, Pengamat Pendidikan, Retno Listyarti membeberkan bahwa Indonesia adalah masuk dalam tragedi Nol Buku yaitu tidak ada satu pun buku yang dibaca oleh anak Indonesia. Anak Indonesia hanya membaca 27 halaman buku dalam 365 hari atau 1 tahun, dengan urutan pertama Finlandia dengan 300 halaman dalam 5 hari dan anak Indonesia 1 halaman dibaca 14 hari.

Membaca berkolerasi dengan kecerdasan, karena aktivitas membaca akan merangsang otak dalam memproses setiap input. Manakala aktivitas otak bekerja secara optimal dalam mengolah, menganalisa, merumuskan, dan membuat ikhtisar setiap data serta informasi, maka akan menghasilkan kecerdasan.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO yang dirangkum dalam laporannya tahun 2016, negara Finlandia menduduki peringkat pertama dunia dengan tingkat literasi paling tinggi. Sedangkan Indonesia hanya peringkat 60 dari 61 negara yang disurvey.

Ada hal lain yang perlu dikuatirkan.  Menurut survey yang dilakukan oleh global web index, rata-rata penggunaan social media di Indonesia cukup tinggi. Dalam seharinya, orang mengakses media sosial selama 2 jam 51 menit! Dari sisi jumlah, ada 79 juta user Facebook. Lebih dari 90 % adalah usia produktif, antara 13–40 tahun.

Di era media sosial (medsos), informasi membanjir hingga untuk melek informasi justru sangat mudah. Tetapi, pengetahuan tidak bertambah. Sekadar melek informasi tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah melek  literasi, yaitu: Kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan mendekonstruksi informasi.

Dengan adanya internet, termasuk di antaranya social media, proses melek literasi menjadi semakin mudah. Kinerja menyaring dan mengolah informasi sebagian dilakukan oleh teknologi. Kita cenderung hanya menjadi penerima dan pengikut informasi. Akibatnya: 1. Kemampuan menganalisis informasi semakin berkurang berpotensi menjadikan kita tumpul. 2. Kita menjadi malas menganalisa secara mendalam. Efeknya adalah, kita dapat menjadi generasi yang emosional dan gampang dipengaruhi. 3. Kemampuan kita untuk mengiterpretasi teks yang dapat memperkaya pemahaman ketika membaca secara mendalam turun secara drastis.

Sosial media membuat kita cenderung berenang di permukaan. Bukan berenang di permukaan, yang kita butuhkan adalah menyelam di kedalaman. Menyelam di kedalaman itu hanyalah dengan membaca buku. Membaca buku menjadikan kita memahami kehidupan dari ide-ide orang besar. Pernak-pernik kehidupan dapat kita sikapi secara bijak sebab pengalaman yang sama sudah kita baca dari yang telah dituliskan oleh orang-orang besar di buku-buku mereka.

Membaca buku merupakan suatu aktivitas yang kurang menarik bagi sebagian orang. Mengapa banyak orang kurang tertarik membaca? Di antara sebabnya adalah karena belum merasakan apa manfaat dari membaca itu. Karena belum tahu manfaat membaca sehingga banyak orang tidak memprioritaskan.

Selain itu penyebab lain adalah karena kebanyakan orang masih membaca sangat lambat, sehingga untuk menyelesaikan 1 buah buku saja membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun atau bahkan buku tersebut tidak pernah selesai dibaca.

Kita harus ubah mindset atau pola pikir dari membaca sangat lambat menjadi membaca cepat. Sejatinya ini keniscayaan. Tidak boleh tidak!

Membaca cepat adalah kecakapan atau kemahiran dalam membaca dan memahami teks bacaan dengan tingkat tinggi. Artinya dalam membaca cepat, seseorang harus membaca dengan mengutamakan kecepatan dan sekaligus mampu memahami teks yang ia baca minimal 70%.

Keuntungan membaca cepat adalah bisa menyelesaikan bahan bacaan jauh lebih cepat dan mendapatkan pemahaman yang baik. Klasifikasi kecepatan membaca itu ialah sebagai berikut: a. Pembaca miskin 0-150 kata permenit (KPM), b. Pembaca rata-rata 150-300 kata permenit (KPM), c. Pembaca bagus 300-500 kata permenit (KPM), d. Pembaca istimewa  500-750 kata permenit (KPM),  dan e. Pembaca luar biasa 750 – 1000/lebih kata permenit (KPM)

Hal-hal berikut harus dihindari untuk bisa membaca lebih cepat dengan pemahaman yang baik. Hal-hal yang harus dihindari itu ialah:

1. Membaca per suku kata.

2. Membaca kata demi kata.

3. Regresi atau membaca ulang informasi yang sama berulang-ulang kali.

4. Konsentrasi yang kurang.

5. Sub vokalisasi, yaitu mengucapkan kata demi kata ketika membaca.

6. Skimming (meloncati kata karena kehabisan waktu untuk membaca).

 

Kategori
berita

SMA IBS RJ Adakan Expo Kewirausahaan Siswa Pertama Di Payakumbuh

SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) mengadakan Expo Kewirausahaan di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah, Payakumbuh (16/11). Ribuan pelajar  dari berbagai sekolah di kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota ikut serta dalam kegiatan expo.

Expo kewirausahaan ini adalah suatu pameran sekaligus pasar yang memamerkan berbagai kuliner tradisonal nan inovatif yang baru pertama kali diselenggarakan di kota Payakumbuh. didalam Expo ini memamerkan makanan tradisional nan inovatif seperti dendeng genjer, cubadak crispy, talas coklat, bangko nangka, sarundeng kacang, dan kesemua ini adalah hasil karya siswa SMA IBS RJ.

Rezi Ade Ridwan selaku kepala sekolah mengatakan, kami akan menuju kepada sekolah yang inovatif dan Entrepreneur. Karena memang di zaman teknologi ini kita selaku guru harus jeli melihat kondisi serta tantangan zaman yang ada, jangan sampai ada siswa kita yang setelah tamat sekolah bingung mau kemana.

Ada 18 produk yang kita pasarkan dalam expo ini, dan Alhamdulillah hampir semuanya adalah jenis-jenis makanan yang tidak ada beredar di pasaran bahkan ada makanan yang sama sekali belum ada di Sumatera Barat bahkan Indonesia. Seperti dendeng genjer, biasanya masyarakat kita terlalu menyepelekan genjer, sangat mudah kita temui diselokan, ternyata setelah di inovasikan ternyata bisa menjadi makanan yang enak, semoga saja ini nanti bisa menjadi Brand makanan Payakumbuh.

Ultra selaku ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) didampingi wakil ketua Syamsuardi, pada saat diwawancarai menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan expo ini, ini sesuai dengan visi kita mendidik siswa, secara mendalam serta disesuaikan dengan tantangan zaman yang ada. InsyaAllah kita akan memprogramkan kurikulum kemandirian, dimana setiap siswa Raudhatul Jannah memiliki kemandirian, kecakapan sesuai dengan usia mereka.

Sementara itu Kacab Dinas Pendidikan Wilayah 4 Asri Cinta, menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat kepada SMA IBS RJ, semoga program inovasi ini terus berlanjut dan menyasar kepada seluruh siswa di Payakumbuh. dalam pendidikan itu ada olah rasa, dimana seorang guru harus mampu mengembangkan bakat, kemampuan dan tantangan yang dihadapi seorang siswa, saya rasa ini program ini adalah salah satu bentuk untuk menjawab itu semua.

Hadirnya program expo ini tak terlepas dari dukungan pemerintah untuk menghadirkan suatu hal yang baru untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Program ini adalah berkat amanah yang diberikan Kementerian pendidikan dan kebudayaan setelah memberikan Dana sebesar 100 juta rupiah kepada SMA IBS RJ sebagai sarana membentuk para siswa yang terampil. Perlu kita ketahui SMA IBS RJ, satu-satunya sekolah di Payakumbuh yang dipercaya oleh Kemendikbud untuk menjalankan program yang ramah kepada siswa.

Selain Expo kewirausahaan, SMA IBS RJ juga melaksanakan jalan santai, perlombaan paduan suara tingkat SD hingga SMA se kota Payakumbuh dan Limapuluh kota, serta mengadakan door prize kepada setiap pengunjung yang menghadiri expo.

 

Kategori
Buah Pikir

Pendidikan dan Profesionalisme Guru

Oleh : Kiki Krisdianti, S. Pd

Guru SD Islam Raudhatul Jannah

 

Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan kedepan (Forward linkage) dan kaitan kebelakang (Backward linkage). Forward linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional, sejahtera dan bermartabat.

Keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak hadirnya sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas, hampir semua bangsa di dunia ini selalu mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas. Salah satu kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah di banyak negara adalah kebijakan intervensi langsung menuju peningkatan mutu dan memberikan jaminan dan kesejahteraan hidup guru yang memadai. Beberapa negara yang mengembangkan kebijakan ini bisa disebut antara lain Singapore, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut berupaya meningkatkan mutu guru dengan mengembangkan kebijakan yang langsung mempengaruhi mutu dengan melaksanakan sertifikasi guru. Guru yang sudah ada harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat profesi guru.

Pasca disahkannya UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesi guru dan dosen kembali menjadi bahan pertimbangan oleh banyak pihak, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Salah satu upaya yang dilaksanakan saat ini dalam rangka implementasi Undang-Undang Guru dan Dosen adalah pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan sebagaimana telah diatur dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 18 Tahun 2007.

Banyak kalangan yang pesimis dengan adanya sertifikasi guru dan dosen ini, khususnya bagi mereka yang sampai saat ini belum memiliki kualifikasi akademik ( S1 atau Diploma empat (D4)) namun tak sedikit yang merasa gembira dan berbahagia terutama bagi mereka yang sudah dinyatakan lulus, karena sudah ada jaminan bagi mereka bahwa pemerintah segera akan membayar tunjangan profesi tersebut, sebuah harapan sekaligus tantangan menuju guru profesional. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk menyongsong abad 21, antara lain menata sarana dan prasarana, mengutak-atik kurikulum, meningkatkan kualitas guru melalui peningkatan kualifikasi pendidikan guru, memberikan berbagai diklat atau pelatihan sampai pada meningkatkan tunjangan profesi guru dalam arti meningkatkan kesejahteraan guru.

Pada dasarnya keprofesionalan seorang guru dalam mendidik adalah sesuatu yang sangat penting, agar materi yang disampaikan kepada siswa dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan, yang tentunya juga harus didukung oleh administrasi yang cukup dan lengkap, agar mudah dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa administrasi selalu penting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien serta sempurna.

Profesionalisme sangat penting dalam mencapai tujuan, supaya pendidikan dan pengajaran di sekolah dapat berjalan lancar. Makin tinggi kesadaran setiap anggota pendidik tentang pentingnya profesionalisme dalam melakukan pembinaan terhadap peserta didik, maka makin tinggi pula kemungkinan organisasi itu dapat mencapai tujuan.

 

Prinsip-prinsip pendidikan yang diwariskan oleh Bapak Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional perlu kita pahami secara peka. Prinsip-prinsip itu harus dibudayakan oleh seseorang, terutama yang berprofesi sebagai guru :

  1. Ing Ngarso Sang Tuladha

Artinya, seorang guru harus menjadi contoh yang baik di mana ia berada, baik secara pribadi maupun dalam konteks social.

  1. Ing Madya Mangun Karsa

Dalam hal ini, guru diposisikan sebagai motivator untuk menumbuhkan bakat, minat dan perhatian (interest) siswa.

  1. Tut Wuri Handayani

Guru memiliki kepribadian yang kuat, selalu memantau perkembangan akademis dan psikis siswa.

Tugas yang diemban oleh guru memang sangat berat, namun tugas guru sangat mulia. Untuk itu sudah selayaknya guru memiliki berbagai kompetensi yang berkaitan dengan tugasnya, agar menjadi guru yang profesional. Apalagi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Sebagai seorang guru yang profesional, ada empat kompetensi yang perlu dikuasainya, yaitu :

  1. Kompetensi Paedagogik

Guru yang yang menguasai kompetensi paedagogik dapat dilihat realisasinya dalam kegiatan pembelajaran memahami latar belakang siswa, teori pembelajaran, mampu mengembangkan kurikulum, aktif mengembangkan model pembelajaran, mampu mengembangkan potensi siswa, dan mampu berkomunikasi secara santun dan mendidik, serta mampu menilai siswa.

  1. Kompetensi Kepribadian

Seorang guru berhak menyandang gelar profesional apabila ia telah memahami kompetensi keperibadian yang meliputi tiga aspek penting yakni, bertindak sesuai norma, berperan sebagai model yang stabil dan dewasa, mempunyai etos kerja serta komitmen yang tinggi, bangga sebagai seorang guru.

  1. Kompetensi Sosial

Dalam mengimplementasikan tugas sebagai seorang guru, maka hendaklah inklusif dan objektif serta tidak diskriminatif (membeda-bedakan siswa), berkomunikasi dengan teman sejawat, orang tua, dan masyarakat secara efektif, empatik, santun baik secara lisan maupun secara tulisan.

  1. Kompetensi Profesional

Seorang guru dikatakan profesional apabila struktur, isi, dan standar kompetensi untuk mata pelajaran betul-betul dikuasainya serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif hingga siswa memperoleh hasil belajar optimal dan terciptanya pendidikan yang bermutu dengan memanfaatkan teknologi informasi secara bijak untuk kepentingan pendidikan. Di samping itu juga mampu menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan karakter dalam diri peserta didik.

Usaha-usaha guru dalam membelajarkan siswa merupakan bagian yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Oleh karena itu pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan serta teknik pembelajaran merupakan suatu hal yang utama. Menurut Eggen dan Kauchak dalam Wardhani(2005), “model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran”. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah model pembelajaran kooperatif.

Pendidikan yang tidak sesuai dengan bakat dan pembawaan anak didik tidak akan berguna untuk perkembangan anak itu sendiri. Bagi nativisme, lingkungan-lingkungan sekitar tidak mempengaruhi perkembangan anak, penganut aliran ini menyatakan bahwa kalau anak mempunyai pembawaan jahat maka dia akan menjadi jahat, sebaliknya kalau anak mempunyai pembawaan baik maka dia akan baik. Pembawaan baik dan buruk ini tidak dapat di ubah dari luar.

Aliran nativisme menyatakan bahwa perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang di bawa manusia sejak lahir, pembawaan yang telah terdapat pada waktu lahir itulah yang menentukan hasil perkembangannya. Dalam ilmu pendidikan pandangan seperti ini di sebut pesimistis pedagogis.

Sementara menurut Aliran Naturalisme yang bermakna alam atau yang di bawa sejak lahir. Aliran ini di pelopori oleh seorang filusuf Prancis JJ. Rousseau(1712-1778). Berbeda dengan nativisme naturalisme berpendapat bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan baik, bagaimana hasil perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang di terimanya atau yang mempengaruhinya. Disisi lain, Rousseau mengajukan “pendidikan alam” artinya anak hendaklah dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri menurut alamnya, manusia atau masyarakat jangan banyak mencampurinya. Rousseau juga berpendapat bahwa pendidikan yang di berikan orang dewasa dapat merusak pembawaan anak yang baik itu, aliran ini juga di sebut negativisme.

Sedangkan aliran empirisme dengan tokoh utama Jhon Locke(1632-1704). Nama asli aliran ini adalah The School of British Empirism (aliran empirisme inggris). Doktrin aliran empirisme yang sangat mashur adalah tabula rasa, sebuah istilah bahasa latin yang berarti buku tulis yang kosong atau lembaran kosong. Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya.

Aliran empirisme berpendapat berlawanan dengan aliran nativisme dan naturalisme karena berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali di tentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang di terimanya sejak kecil. Manusia-manusia dapat dididik menjadi apa saja menurut kehendak lingkungan atau pendidikannya. Dalam pendidikan pendapat kaum empiris ini terkenal dengan nama optimisme pedagogis.

Kaum behaviouris pun sependapat dengan kaum empiris, sebagai contoh di kemukakan di sini kata-kata waston, seorang behaviouris tulen dari Amerika ”berilah saya anak yang baik keadaan badannya dan situasi yang saya butuhkan, dan dari setiap orang anak, entah yang mana dapat saya jadikan dokter, seorang pedagang, seorang ahli hukum, atau jika memang di kehendaki menjadi seorang pengemisatau pencuri”.

Teori lain yang merupakan gabungan dari aliran-aliran di atas adalah aliran konvergensi, aliran ini menggabungkan pentingnya hereditas dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia, tidak hanya berpegang pada pembawaan, tetapi juga kepada faktor yang sama pentingnya yang mempunyai andil lebih besar dalam menentukan masa depan seseorang.

Aliran konvergensi mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan manusia itu adalah tergantung pada dua faktor, yaitu: faktor bakat/pembawaan dan faktor lingkungan, pengalaman/pendidikan. Inilah yang di sebut teori konvergensi. (convergentie=penyatuan hasil, kerjasama mencapai satu hasil. Konvergeren = menuju atau berkumpul pada satu titik pertemuan).

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW, menjelaskan bahwa “semua anak dilahirkan atas kesucian/kebersihan (dari segala dosa/noda) dan pembawaan beragama tauhid,sehingga ia jelas bicaranya.maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya menjadi yahudi atau nasrani atau majusi,” (HR.Abu ya’lah, Altab Rani,dan Al Baihaqi dari Aswad bin Sari’)

 

Hadits di atas menerangkan bahwa anak dilahirkan dalam keadaan suci atau belum mengetahui apa-apa kecuali bekal potensi dan hereditas yang dibawanya. Sedangkan perkembangan selanjutnya itu akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau pendidikan dan orang tua. Di sini sebagai pendidik mempunyai peran atau andil yang sangat penting untuk mengarahkan anak ke jalan yang mereka kehendaki.

 

Firman Allah dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 menyatakan “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Di samping menekankan pada umatnya untuk belajar, Islam juga menyuruh umatnya untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Islam mewajibkan umatnya untuk belajar dan mengajar, manusia itu sebagai makhluk yang dapat dididik dan mendidik. Banyak ayat al-Quran dan hadits yang menjelaskan hal tersebut, antara lain di dalam surat At-Taubah ayat 122 Allah menjelaskan bahwa “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.

 

Sabda Nabi Muhammad Saw :

 

كُوْنُوْا رَبَّانِيِّيْنَ حُلَمَاءَ فُقَهَاءَ عُلَمَاءَ وَيُقَالُ الرَّبَّانِيُّ الَّذِيْ يُرَبِّ النَّاسَ مِنْ صِغَارِ الْعِلْمِ قَبْلَ كِبَارِهِ

Artinya : “Jadilah kamu pendidik yang penyantun, ahli fikih dan ahli ilmu, disebut pendidik bila seseorang telah mendidik manusia dengan ilmunya sedikit-sedikit lama kelamaan banyak” (HR. Bukhari).

 

 

Jadi, untuk menjadi seorang guru professional guna menciptakan peserta didik yang terampil dan pembelajaran yang PAIKEMGEMBROT hendaklah :

  1. Seorang guru yang mengemban tugas sebagai seorang pendidik benar-benar menjalankan tugas pendidikannya itu, jangan hanya sekedar mentransfer ilmu saja apalagi seorang guru sertifikasi yang harus menjadi seorang guru yang professional di bidangnya.
  2. Sebagai seorang tenaga pendidik diharapkan mampu menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, mampu menjadi seorang motivator, serta sosok yang memiliki keperibadian yang kuat dalam menanamkan pendidikn karakter baik dihadapan peserta didik maupun juga ditengah-tengan masyarakat
  3. Diharapkan seorang guru yang tampil sebagai panutan bagi peserta didik, hendaklah mampu memiliki beberapa kompetensi, sehingga bisa menjalankan tugas sebagai guru yang professional dalam bidangnya.
  4. Seorang guru yang professional hendaklah bisa mengembangkan dirinya serta menciptakan pembaharuan dalam bidangnya supaya mutu pendidikan semakin tinggi dan mampu menyiapkan peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif dan komunikatif serta sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah dapat dipertanggungjawabkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Widowati, Budijastuti. 2001 Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.

Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Bumi Aksara, hal 21

Eggen dan Kauchak dalam Wardhani. 2005. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Dikti

Panen, Paulina, dkk. 2004. Belajar dan Pembelajaran I. Jakarta: Universitas Terbuka

Thobroni, Muhammad dan Arif Mustafa. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: AR-Ruzz Media

Departemen Pendidikan Nasional (2006) Undang-undang Republik Indonesia, No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Zafri (1999). Metode Penelitian Pendidikan.Padang: FIS UNP

Kategori
Prestasi Sekolah

SMA Raudhatul Jannah Juara Mading se Indonesia

SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) juara 1 lomba mading se Indonesia. Kegiatan diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas pada pageleran Physics Festival XXII 03-05 November.

Mengusung tema smart home, SMA IBS Rj berhasil memukau para dewan juri. Konsep smart home yang ditampilkan, pertama rumah anti maling, dimana setiap pintu rumah disertai sensor dan alarm, kedua, lampu dengan memakai panel surya tujuannya untuk hemat energi dan ramah lingkungan, ketiga, kolam renang dilantai 2, tujuannya untuk sebagai penyeimbang bila datang gempa bumi dan yang keempat, rumah dengan pagar otomatis.

Ronaldi selaku guru pembina, menyampaikan selain untuk mengikuti lomba salah satu tujuan kami adalah untuk menawarkan ide-ide tentang rumah yang ramah lingkungan kepada teman-teman Mahasiwa, mudah-mudahan ide kami ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan menjadi suatu inovasi nantinya.

Disinggung dengan hasil perlombaan, Ronaldi merasa bersyukur saat mendengar anak muridnya menjadi juara 1 lomba mading se Indonesia, semoga saja dengan hasil ini murid-murid kita lebih bersemangat untuk berkontribusi melahirkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk perbaikan lingkungan dan negara.

Sementara itu Jordi siswa yang tergabung dalam tim mading ini tak menyangka bila karya timnya mampu menjadi yang terbaik dalam physics festival 2019 ini, apalagi banyak sekolah-sekolah dari penjuru Indonesia yang berpartisipasi dalam acara ini. Saya melihat seluruh peserta yang ikut mempunyai karya-karya yang luar biasa, sangat bahagia bisa menjadi yang terbaik diantara orang-orang hebat.

Alhamdulillah, salah satu keunggulan kami dari peserta yang lain adalah terkait konsep. Dimana konsep yang kami tawarkan sangat inovatif dan terukur, bukan hanya ide yang berlandaskan imajinasi semata, melainkan ide yang mampu di implementasikan dengan baik. Sejatinya hasil adalah bonus bagi para pejuang, proseslah hadiah yang sebenarnya. Dimana pada saat berproses, ilmu pantang menyerah didapat, tangis dan tawa silih berganti, semoga dengan pengalaman yang luar biasa ini dapat menjadi guru yang sangat berharga bagi kami. Agar kelak dapat mewariskan hal yang inovatif, untuk bangsa, negara, dan agama.

Rezi Ade Ridwan, selaku kepala sekolah menyambut dengan gembira hasil yang didapatkan oleh para siswanya. Ia pun berkomitmen agar tetap memperhatikan seluruh potensi yang dimiliki para siswa, agar dapat tersalurkan dengan baik.

Adapun nama siswa SMA IBS RJ yang tergabung dalam tim mading, yaitu Jauhari, Raihan Jordi dan Koni, kesemuanya duduk dikelas X SMA IBS RJ jurusan IPA.

Kategori
Prestasi Sekolah

Juara Umum Mathematic Competition

Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ) membawa pulang piala bergilir gubernur Sumatera Barat, setelah memastikan menjadi juara umum Mathematic Competition se Sumatera di Universitas Negri Padang (UNP). Dari 3 Jenis lomba yang diselenggarakan, YPI RJ berhasil menjadi juara umum di 2 bidang, yang pertama tingkat SD sederajat dan kedua tingkat SMP sederajat.

Ialah Afrian Rafi Qafka siswa SD I RJ yang berhasil menjadi juara 1 setelah berhasil menumbangkan ribuan lawan-lawannya dari penjuru Sumatera Barat. Dan Rafif Farras yang keluar sebagai juara 1 untuk tingkat SMP sederajat.

Hardi Setiawan selaku pembina SMP sekaligus guru berprestasi tingkat Nasional menyampaikan merasa bersyukur dengan hasil yang luar biasa ini, dan dia menyampaikan semoga hasil ini sebagai momentum untuk selalu berproses untuk lebih maju dan lebih baik. Hardi melanjutkan terkhusus untuk SMP Raudhatul Jannah, ini adalah juara umum ke 3 dalam kurun 2 bulan kebelakang, Alhamdulillah, karena sebelumnya menjadi juara umum di IAIN Batusangkar dan Bukittinggi.

Sementara itu Loly Altasya selaku pembina untuk tingkat SD mengatakan, ini adalah hadiah yang spesial setelah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan berlatih secara intensif. Kami di YPI RJ mempunyai program khusus OSN supaya siswa-siswa siap secara Intelegensi dan Emosional, semoga amanah menjadi juara umum ini dapat menjadi pengingat dan meningkatkan motivasi para siswa untuk belajar.

Rafif Faras sebagai perwakilan siswa menyampaikan Raudhatul Jannah sangat perhatian kepada siswa, guru-guru disini begitu memperdulikan potensi dan bakat-bakat kami. Tentulah segala prestasi yang telah kami sumbangkan adalah berkat tangan dingin para guru-guru hebat, saya sangat beruntung menjadi satu diantara ribuan murid yang diberi kesempatan bersekolah disekolah berprestasi nan unggul ini, ujarnya.

Mathematic Competition ini dihelat di Universitas Negeri Padang (UNP) 06-10 November dengan lingkup se Sumatera. Event ini memperebutkan piala bergilir dari gubernur Sumatera Barat, Trophy Jutaan rupiah beserta piagam.

 

Kategori
Buah Pikir

“Menulislah, Maka Anda Akan Hidup Abadi”

Tulisan Novi Handra

Guru SD Islam Raudhatul Jannah

Bangsa yang pintar atau cerdas adalah bangsa yang rajin membaca dan menulis, dengan membaca kita banyak tau, dengan menulis imajinasi akan terasah. Tanpa banyak membaca dan menulis kita adalah bangsa yang terjajah dan mudah dibodohi.

Salah satu cara mengasah imajinasi kita adalah dengan menulis. Menulis merupakan sarana dan media yang sangat efektif dalam menyampaikan sebuah pesan karena bisa dibaca oleh semua khalayak dan merupakan sebuah wadah untuk menyalurkan ide- ide yang sifatnya membangun atau bisa jadi sebuah gagasan yang belum pernah terfikirkan oleh orang lain sebelumnya yang kemudian juga dirasakan manfaatnya oleh generasi ke depannya.

Sebagaimana yang kita ketahui, pada dasarnya setiap ulama pasti menulis dan memunculkan sebuah, beberapa, atau banyak karya karena menulis merupakan tradisi para ulama. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan HAMKA adalah seorang ulama, sejarawan, politikus dan sastrawan Indonesia yang namanya sangat dikenal oleh masyarakat. Sosok kelahiran 17 Februari 1908 di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat ini tergolong seorang pembelajar otodidak dalam berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik. Ia tercatat sebagai seorang penulis Muslim paling produktif dan profilik dalam sejarah modern Indonesia. Hingga sekarang, karya- karyanya telah dicetak ulang berkali- kali dan banyak dijadikan sebagai bahan kajian oleh para peneliti dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sebagian karyanya bahkan telah diangkat ke layar lebar, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Tafsir Al-Azhar adalah karya terbesar HAMKA di antara lebih dari 114 karya yang pernah ia tulis.

Kata kata bijak terbaik Buya HAMKA

“HAMKA: Menulislah, Maka Anda Akan Hidup Abadi”

 

Jadi salah satu cara untuk bisa menjadi abadi adalah dengan menulis karena karya itu tidak akan pernah mati selama dibaca dan digunakan orang lain manfaatnya. Seperti halnya ulama kita ini “HAMKA” yang sampai sekarang masih dirasakan manfaat dari hasil tulisan-tulisannya.

Membaca dan menulis itu penting bukan hanya bagi masyarakat terdidik yang hendak dibangun Al-Qur’an, melainkan juga untuk menciptakan kebudayaan, menghasilkan pengetahuan anyar, dan jadinya, membangun satu peradaban dinamis yang maju. Membaca dan menulis adalah perangkat dasar yang telah diajarkan Tuhan kepada kita untuk berkomunikasi (Q.S. al-Rahman [55]: 4) dan menanamkan pemikiran kritis kepada manusia.

Nabi Muhammad sendiri sangat menekankan pentingnya penulisan sesuatu. Dia mengikuti nasihat yang disampaikan Al-Qur’an (Q.S. al-Baqarah [2]: 282) untuk menuangkan segala sesuatu dalam tulisan: “Hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya.” Salah satu tindakan pertama yang dia lakukan saat tiba di Madinah adalah menulis satu konstitusi bagi warga kota yang menjamin keamanan dan kemerdekaan beragama, menetapkan sistem pajak, dan mekanisme penyelesaian konflik. Akan tetapi, pena bisa digunakan untuk menganjurkan kebaikan sekaligus mendorong kejahatan. Ayat-ayat pembuka surah al-Qalam (Pena), melukiskan nilai ini:

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ(1)مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ(2)

“Demi kalam (pena) dan apa yang mereka tulis!” demikian awal surah ini, “Berkat nikmat Tuhanmu, kamu (Muhammad) sekali- kali bukanlah orang gila.” (Q.S. al-Qalam [68]: 1-2).

Salah satu tuduhan awal penduduk Makkah kepada Muhammad ialah bahwa dia orang gila. Tuduhan itu tidak lantas menjadi benar hanya karena tuduhan itu dituliskan. Kalimat “dan apa yang mereka tulis” memiliki makna ganda. Di satu sisi, kalimat ini tentu saja merujuk secara umum pada apa yang ditulis orang. Di sisi lain, ini juga merujuk pada Al-Qur’an sendiri, yang dituliskan sejumlah penyalin ketika kitab suci ini diturunkan.

Pesan- pesan yang disampaikan dalam sebuah tulisan, ada kalanya suka maupun duka atau realita tergantung waktu dan kejadian  serta tema peristiwa sesuai dengan sudut pandang penulis.

Dalam kehidupan sehari- hari kita pasti banyak mengalami berbagai hal, kalau kita mampu mengemasnya dalam bentuk karya baik fiksi maupun non fiksi tentu akan memiliki makna tersendiri karena setiap hasil buah pikiran yang telah dituangkan dan  disajikan dengan bahasa yang indah dan unik akan memiliki nilai yang sangat tinggi, karena setiap manusia mempunyai keunikan tersendiri  dan setiap yang unik itu pasti indah dan berharga. Sebuah tulisan yang dituang menjadi sebuah karya akan bermanfaat dan memberikan nilai positif kepada pembaca serta juga memotivasi kita untuk selalu berkarya.

Namun sebaiknya, menulis diawali dengan membaca sebagaimana yang kita jumpai dalam Al-Qur’an kata perintah “bacalah!” merupakan firman pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu Al-Qur’an mulai turun pada malam 27 Ramadan 611 Masehi, ketika Rasulullah sedang tafakur di Gua Hira dekat Makkah. Kita tahu bahwa Muhammad adalah buta huruf. Diceritakan bahwa Nabi Muhammad menjawab lima kali, “Aku tidak bisa membaca.” Namun, wahyu bersikeras bahwa dia harus membaca. “Apa yang harus aku baca?” Rasulullah akhirnya bertanya. “Bacalah!” demikian jawaban wahyu:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(1)خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ(2)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ(3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ(4)عَلَّم الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(5)

“Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah; yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. al-‘Alaq [96]: 1-5).

Ayat-ayat pertama ini menegaskan bahwa membaca memiliki tempat khusus dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, tindakan membaca juga menghajatkan sesuatu untuk dibaca. Jadi, membaca diikuti oleh menulis, penggunaan kalam atau pena, alat yang membuat kita mengetahui “apa yang tidak kita ketahui sebelumnya”. Oleh karena itu, membaca dan menulis merupakan bagian penting dalam penemuan. Inilah satu jalan yang mengantarkan manusia pada kegemilangan dan kesempurnaan.

Jika masyarakat dan pemuda Indonesia memahami pesan Allah ini tentu saja budaya Literasi  di negara kita semakin meningkat sebagaimana cita- cita literasi Nasional untuk menghasilkan generasi Robbani, Intelek dan Bermartabat. Karena pada dasarnya kitalah yang punya doktrin itu dan kita lah yang sepatutnya menguasai seluruh rahasia Allah SWT terlebih dahulu.

Kategori
Prestasi Sekolah

Siswa SD Raudhatul Jannah, Juara 1 Bintang Sains Padang TV

Segudang prestasi yang telah diperoleh nyatanya tidak menyurutkan semangat para civitas akademika SD Islam Raudhatul Jannah (SD I RJ) untuk berhenti berlomba. Terbukti kali ini, siswa yang bernama Khalid Arman Husni berhasil meraih juara 1 bintang sains padang tv tingkat kota Payakumbuh, kegiatannya bertempat di SMK N 2 Payakumbuh (30/10). atas prestasi yang diraih Khalid berhak mewakili kota Payakumbuh untuk tingkat provinsi.

Erianto selaku kepala sekolah menyampaikan, dalam event ini SD I RJ hanya mengutus satu wakil, Alhamdulillah ternyata anak yang kita utus menjadi jawara. Kami memilih Khalid sebagai delegasi, karena dia anak yang tekun, rajin dan pastinya mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar.

Lebih lanjut Erianto menyampaikan, kami akan melakukan pembinaan secara intensif kepada Khalid agar beliau dapat meraih hasil yang maksimal pada tingkat provinsi. Kita di SD I RJ ini adalah kelas khusus yang bernama kelas olimpiade, dimana memang setiap pekannya anak-anak dibina dan dididik dalam rangka persiapan menghadapi perlombaan. Jadi untuk khalid, kita hanya tinggal memoles supaya nanti beliau dapat mengeluarkan segala kemampuannya, sehingga dapat mengharumkan SD I RJ dan kota Payakumbuh pada umumnya.

Sementara itu Vivia Wirna selaku pembina, sangat senang dengan raihan prestasi yang didapatkan Khalid, ia berjanji akan melakukan pembinaan yang maksimal agar nantinya Khalid dapat memberikan hasil yang memuaskan pada tingkat provinsi.

Khalid sendiri sudah pernah mencicipi kejuaraan tingkat provinsi  yaitu olimpiade di UNP menjadi juara 3. Semoga dengan modal dan pengalaman ini dapat menjadi motivasi tambahan.

Informasi yang didapat, bintang sains tingkat provinsi akan berlangsung di kota Padang pada bulan Februari 2020 mendatang.