Kategori
Buah Pikir

GERAKAN “ONE DAY ONE BOOK” MENINGKATKAN SEMANGAT LITERASI DI PERPUSTAKAAN TK ISLAM RAUDHATUL JANNAH KOTA PAYAKUMBUH

Perkembangan era teknologi informasi dan komunikasi membuat anak tegantung pada gadget. Permasalahan ini cukup meresahkan dunia pendidikan. Anak yang belum melek huruf sama sekali, sangat tertarik dengan smartphone, atau alat komunikasi yang memberikan fasilitas bermain yang kadang membuat anak kecanduan.

Permasalahan yang demikian dapat diatasi jika setiap anak merasakan mencintai sesuatu yang positif dan membangun pola pikir mereka. Salah satu caranya adalah menumbuhkembangkan cinta pada buku sebagai jendela ilmu, sehingga cinta buku lebih bermakna dan tertanam sejak usia dini dibandingkan dengan bermain gagdet, termasuk di Taman-taman Kanak (TK). Walaupun belum semua anak TK dapat membaca tulisan namun dengan tersediannya buku anak-anak yang bergambar dan menarik di TK, akan menimbulkan minat baca dan menanamkan kecintaan anak pada buku.

Disamping itu sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian besar orang tua menginginkan anak-anaknya tamat TK sudah bisa membaca. Berbagai upaya dilakukan orang tua dan guru agar anak Tk bisa membaca, namun terkadang caranya belum tepat bahkan cenderung memaksakan agar anak bisa membaca. Padahal ada tahapan-tahapan membaca yang semestinya difahami oleh guru dan orang tua sehingga anak bisa membaca secara alamiah tanpa ada tekanan.

Di TK Salah satu sarana pendukung proses pembelajaran adalah perpustakaan. Perpustakaan di TK memang belum umum kita dengar, apalagi perpustakaan yang dikelola dengan profesional seperti perpustakaan-perpustakaan di sekolah dasar dan menengah. Keberadaan perpustakaan di TK sepertinya belum terlalu penting. Padahal kita menyadari bahwa buku adalah gudang ilmu dan membaca merupakan perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW saat diangkat menjadi Rasul. Maka seharusnya keberadaan perpustakaan atau sudut baca di TK menjadi hal yang penting dan menjadi perhatian bagi guru-guru dalam menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Berdasarkan hal diatas TK Islam Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh tahun 2011 mendirikan Perpustakaan TK Islam Raudhatul Jannah. Perpustakaan ini secara umum difungsikan sebagai tempat membaca dan meminjam buku bagi anak, orang tua murid dan guru. Sementara itu di kelas-kelas juga disediakan sudut baca yang bisa dimanfaatkan oleh anak untuk membaca setelah mereka selesai melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan adanya perpustakaan dan sudut baca di setiap kelas ini maka tahun 2015 dicanangkanlah sebuah gerakan yang dinamakan Gerakan Anak Cinta Buku. Sebagai lanjutan dari gerakan anak cinta buku maka tahun 2019 ini gerakannya lebih difokuskan lagi menjadi gerakan “One Day One Book” atau satu hari satu buku. Diharapkan gerakan ini akan memudahkan anak mencintai buku dan menumbuhkan minat membaca buku setiap harinya sehingga semangat literasi makin meningkat.

Dalam hasanah pembelajaran bahasa, literasi diartikan melek huruf, kemampuan baca tulis, kemelekwancanaan atau kecakapan dalam membaca dan menulis (Teale & Sulzby, 1986; Cooper, 1993:6; Alwasilah, 2001). Pengertian literasi berdasarkan konteks penggunaanya dinyatakan Baynham (1995:9) bahwa literasi merupakan integrasi keterampilan menyimak, berbicara, menulis, membaca, dan berpikir kritis. James Gee (1990) mengartikan literasi dari sudut pandang ideologis kewacanaan yang menyatakan bahwa literasi adalah “mastery of, or fluent control over, a secondary discourse.” Dalam memberikan pengertian demikian Gee menggunakan dasar pemikiran bahwa literasi merupakan suatu keterampilan yang dimiliki seseorang dari kegiatan berpikir, berbicara, membaca, dan menulis.

Pengalaman literasi anak pada usia prasekolah diyakini akan membentuk fondasi yang kuat pada perkembangan membacaya (Levy, Gong & Hessel, 2005). Pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak prasekolah yang menjadi dasar membaca dan menulis disebut dengan kemampuan literasi awal (Whitehurst & Lonigan, 2001). Kemampuan literasi anak prasekolah yang baik membantu anak untuk lebih mudah belajar membaca dan meningkatkan tingkat kesuksesan anak di sekolah (Senechal & LeFreve, 2002).

Perkembangan kemampuan membaca anak dapat dikategorikan ke dalam beberapa tahap. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (2009 : 8-9) perkembangan membaca anak-anak dapat dikatagorikan ke dalam lima tahap, yaitu sebagai berikut : 1) Tahap Magic; Pada tahap ini belajar tentang guna buku, mulai berpikir bahwa buku adalah sesuatu yang penting. Anak melihat-lihat buku, membawa-bawa buku, dan sering memiliki buku favorit. 2) Tahap Konsep Diri; Anak melihat diri sendiri sebagai pembaca, mulai terlihat dalam kegiatan “pura-pura membaca”, mengambil makna dari gambar, membahasakan buku walaupun tidak cocok dengan teks yang ada di dalamnya. 3) Tahap Membaca Antara; Anak-anak memiliki kesadaran terhadap bahan cetak (print). Mereka mungkin memilih kata yang sudah dikenal, mencatat kata-kata yang berkaitan dengan dirinya, dapat membaca ulang cerita yang telah ditulis, dapat membaca puisi. Anak-anak mungkin mempercayai setiap silabel sebagai kata dan dapat menjadi frustasi ketika mencoba mencocokkan bunyi dan tulisan. Pada tahap ini, anak mulai mengenali alfabet. 4) Tahap Lepas Landas; Pada tahap ini anak-anak mulai menggunakan tiga system tanda/ciri yakni grafofonik, semantik, dan sintaksis. Mereka mulai bergairah membaca, mulai mengenal huruf dari konteks, memperhatikan lingkungan huruf cetak dan membaca apa pun di sekitarnya, seperti tulisan pada kemasan, tanda-tanda. Resiko bahasa dari tiap tahap ini adalah jika anak diberikan terlalu banyak perhatian pada setiap huruf. 5) Tahap Independen; Anak dapat membaca buku yang tidak dikenal secara mandiri, mengkonstruksikan makna dari huruf dan dari pengalaman sebelumnya dan isyarat penulis. Anak-anak dapat membuat perkiraan tentang materi bacaan. Materi berhubungan langsung dengan pengalaman yang paling mudah untuk dibaca, tetapi anak-anak dapat memahami struktur dan genre yang dikenal, serta materi ekpositoris yang umum.

Tahapan membaca ini menjadi acuan yang penting bagi guru untuk menggiatkan anak-anak mencintai buku karena tiap anak berbeda tahapannya. Masing-masing tahapan memerlukan penangan yang sesuai agar tahapan membaca anak makin meningkat. Guru dan orang tua yang paham dengan tahapan membaca anak tidak akan memaksa anak membaca sesuai keinginan mereka. Anak akan diberi kesembapatan membaca sesuai tahapannya dan guru atau orang tua mengambil perannya sebagai motivator dalam mendampingi anak saat membaca buku.

Kriteria Pemilihan Buku untuk Anak; 1) Material dan Kemasan Buku. Menggunakan bahan yang aman bagi anak, misalnya tidak runcing dan tajam.Kertas tebal dan tidak licin sehingga memudahkan anak untuk membuka-buka halaman buku, misalnya yang terbuat dari karton kaku yang dilipat dengan halaman yang berwarna-warni atau menggunakan bahan kain atau vinil lembut. 2) Isi Buku memiliki tema menarik dan sesuai dengan usia serta perkembangan anak, yaitu untuk anak usia 3-6 tahun anak lebih tertarik dengan gambar yang mengandung informasi, tindakan dan terperinci. 3) Karakter / Tokoh Cerita hindari buku yang mengungkapkan karakter/tokoh jahat, namun carilah tokoh yang baik yang bisa jadi teladan bagi anak. 4) Ilustrasi / Gambar tidak mengandung unsur SARA, mencakup banyak warna cerah dengan kualitas yang baik, berukuran cukup besar, tidak abstrak, tidak menyeramkan. Ilustrasi tidak ambigu bagi anak, misalnya terlihat jelas perbedaan ilustrasi tokoh wanita atau pria. Membuat banyak ilustrasi, minim tulisan dan disesuaikan dengan karakteristik anak. Kriteria buku ini harus menjadi perhatian agar buku-buku yang tersedia diminati anak walaupun anak-anak belum bisa membaca namun anak senang dengan buku-buku yang ada di sekitarnya.

Perpustakaan TK Islam Raudhatul Jannah sangat memperhatikan ketersediaan buku yang menarik bagi anak. Saat ini tersedia kurang lebih 1150 buku yang bisa dibaca dan dipinjam anak setiap hari. Dari proses peminjaman buku yang setiap hari dilakukan anak terlihat gerakan “One Day One Book” berhasil dilaksanakan. Bersumber catatan yang dilakukan oleh penanggungjawab perpustakaan diperkirkan lebih dari 75% rata-rata anak meminjam buku setiap hari. Sebagai penghargaan setiap bulannya anak yang meminjam buku terbanyak masing-masing kelas akan diberi hadiah oleh guru.

Peran serta orang tua dalam gerakan ini sangat diharapkan. Orang tua dirumah bisa mendampingi anak saat membaca. Bagi anak yang belum bisa membaca orang tua bisa membacakan buku yang dipinjam anak tersebut sehingga besok bisa dipinjam lagi buku yang baru. Bagi anak yang sudah bisa membaca orang tua bisa menanyakan apa yang sudah dibaca anak. Hal ini tentu akan meningkatkan pemahaman anak tentang apa yang dibacanya.

Kategori
berita

SMA IBS Raudhatul Janah Wisudakan angkatan IX

SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ) mewisudakan 68 siswa. acara yang bertemakan limbago jalan batampuah, palito nan tak kunjuang padam dimulai tepat pada pukul 9 Pagi. Acara dimulai dengan kalam Ilahi, dilanjutkan doa yang begitu menyentuh kalbu, seterusnya diselingi dengan penampilan bakat siwa SMA IBS RJ yang menyegarkan mata dan telinga.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Raudhatul Jannah Ultra berharap siswa yang dilepas ini kelak menjadi orang yang sukses dibidangnya masing-masing serta mampu menjadi trensdsetter kejayaan Islam. Tak lupa Ultra memperkenalkan Murid-murid yang berprestasi dihadapan tamu undangan serta orangtua murid. “Terimakasih telah menjadi keluarga Raudhatul Jannah, telah menjadi bagian kami dalam perbaikan karakter generasi islam, terdepan dalam prestasi serta cakap bersosial dan melek teknologi.

Perlu diketahui SMA IBS Raudhatul Jannah menjadi sekolah swasta di kota Payakumbuh yang paling banyak meloloskan siswa dalam SNMPTN 2019.

Kategori
berita Yayasan

Mantan Guru Besar UNP, Wakafkan hartanya kepada Raudhatul Jannah

Mantan Guru Besar Universitas Negri Padang (UNP) Profesor Chatlinas Said berikan wakaf kepada Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah. Wakaf tunai berupa pembebasan lahan serta wakaf benda berupa 20 unit Al-qur’an. Chatlinas menyampaikan bahwa Raudhatul Jannah salah satu yayasan pendidikan di kota Payakumbuh yang sangat peduli pembinaan akhlak generasi muda Islam, oleh karena itu kita harus dukung bersama-sama baik secara materil maupun moril.

Ultra selaku ketua Yayasan mengucapkan terima kasih kepada profesor Chatlinas Said yang telah mewakafkan harta bendanya untuk Raudhatul Jannah, InsyaAllah kita akan mempergunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan dunia pendidikan Islam serta kejayaan Islam secara umum.

Saya mewakafkan uang tunai dan Al-qur’an sebagai bentuk dukungan saya kepada Raudhatul Jannah. Semoga dengan pemberian yang tak seberapa ini mampu menjadi manfaat yang besar untuk kelangsungan serta kemajuan dunia pendidikan Islam, Ujar Chatlinas.

Ultra menambahkan Raudhatul Jannah membutuhkan 167 meter persegi lagi untuk pembebasan tanah akses menuju masjid dan kampus SMP Islam Raudhatul Jannah. Yayasan ini bukan punya perorangan ataupun golongan melainkan punya ummat Islam. Itu sebabnya, kami melakukan gerakan wakaf tunai satu meter persegi itu 2,5 juta rupiah atau semampunya untuk seluruh ummat Islam.

Ultra melanjutkan bahwasanya profesor Chatlinas adalah orang pertama yang ikut dalam gerakan wakaf tunai, semoga dengan diawali oleh salah satu tokoh di Sumbar masyarakat kita semakin termotivasi atau bergerak hatinya untuk ikut gerakan wakaf tunai.

Perlu kita ketahui, gerakan wakaf tunai untuk pembebasan tanah bertujuan untuk memindahkan lokasi gerbang SMP Islam Raudhatul Jannah yang saat ini memakai jalan dari komplek TNI selebar 3 meter menuju ke tempat yang strategis, sehingga mobil dan kendaraan yang berpapasan tidak lagi mengalami kemacetan sehingga siapa yang menuju SMP Islam Raudhatul Jannah berkendara dengan nyaman dan santai, tutur Ultra.

Kategori
Press Release Prestasi

SD Raudhatul Jannah pertahankan Juara umum GTS UNP

Sekolah Dasar Islam Raudhatul Jannah (SDI RJ) kembali menjadi juara umum dalam pagelaran PGSD GTS “Goes to school”. Kegiatan tahunan yang diinisasi oleh jurusan PGSD Universitas Negri Padang ini memperlombakan 7 cabang. SDI RJ selaku juara umum, berhasil membawa pulang 8 trophy, dengan rincian cabang story telling juara 1, 2 dan 3, cabang melukis juara 1, cabang tahfizh juara 2, cabang deklarasi puisi juara 2 dan cabang mewarnai juara 2 dan 3.

Erianto selaku kepala sekolah menyampaikan selamat serta apresiasi kepada seluruh tim Raudhatul Jannah yang telah berjuang untuk mempertahankan gelar juara umum. Saya berterimakasih kepada siswa yang telah mengeluarkan bakatnya sebaik mungkin, kepada tim pembina yang tak bosan-bosannya untuk selalu memberikan masukan, arahan dan motivasi hingga siswa-siswi Raudhatul Jannah mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya.

Azizah salah satu siswi SDI RJ yang ikut menyumbangkan trophy, pada saat diwawancarai di ruangan perpustakaan mengatakan Alhamdulillah, saya menjadi juara 1 lagi lomba melukis di acara PGSD goes to school dan berhasil mempertahankan juara yang saya dapatkan di tahun lalu.

Azizah menambahkan dengan suara lirih bahwasanya perjuangan untuk mempertahankan gelar begitu susah apalagi saya pada saat perlombaan tidak dalam kondisi sehat. Sebelumnya saya sempat tidak ingin ikut dalam perlombaan ini, namun karena bantuan semangat dari guru pendamping serta bunda saya mencoba menguatkan diri. Saat sebelum lukisan diwarnai, saya semacam putus asa dan menganggap lukisan ini jauh dari harapan, namun entah kenapa keyakinan untuk menjadi terbaik terus membisiki hati, dan akhirnya saya memutuskan untuk berjuang secara total.

Erianto melanjutkan, saya selalu mengatakan kepada seluruh siswa SDI Raudhatul Jannah harus mampu menunjukkan akhlak yang baik serta menjadi siswa yang berkualitas, dimana saja berada. Kami selalu melihat siswa tersebut melalui perspektif multiple intelegent kecerdasan siswa tidak boleh dilihat di satu sisi melainkan dari segala aspek. Kita harus percaya bahwa semua anak mempunyai kecerdasan, tanggungjawab sebagai guru untuk mengembangkan apa kemampuan yang dimiliki oleh siswa.

Perlu diketahui bahwasanya SDI RJ adalah salah satu sekolah dasar di Sumatera Barat yang mempunyai ribuan prestasi baik dari siswa ataupun gurunya. Bernuansa Islam yang kental serta fokus mengembangkan kemampuan dan kemandirian siswa. SDI secara garis umum mempunyai konsep student center yang mana pusat dari suatu pembelajaran adalah siswa, bagaimana seorang guru mampu menghadirkan kenyamanan dalam proses pembelajaran siswa serta juga fokus untuk perbaikan karakter dan pengembangan talenta siswa.

Kategori
Buah Pikir

Dahsyatnya Senyuman Seorang Guru

 

Oleh : Vivia Wirna,  S. Pt

Guru SD Islam Raudhatul Jannah

Hal kecil dan sederhana yang bisa mendatangkan manfaat yang sangat besar salah satunya adalah “senyuman”. Senyuman adalah sebuah tindakan kecil yang berdampak besar.  Rasulullah SAW telah mengajarkan dalam sebuah hadist yang artinya,  “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.  (HR.  Trimidzi,  Ibnu Hibban dan Baihaqi). Sosok pribadi yang murah senyum yang bisa kita teladani adalah Rasulullah SAW.  Dari Jarir bin ‘Abdullah,  beliau berkata,  “Sejak aku menjadi muslim,  tidak pernah Rasulullah SAW berjumpa denganku melainkan senyum kepadaku.  (HR. Bukhari dan Muslim).

Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia.  Sebagai seorang guru harus bisa menjadi  penyemangat dan motivator bagi setiap anak didiknya.  Usaha yang paling ringan yang bisa dilakukan guru adalah “tersenyum”.  Sambutan hangat yang diberikan seorang guru kepada anak didiknya setiap waktu dengan wajah yang ramah disertai senyuman yang tulus akan bisa mencairkan suasana belajar sehingga mereka akan menikmati setiap aktivitas belajar tanpa terbebani.  Tetapi  bagi sebagian guru hal yang ringan ini masih terasa berat dan sulit sehingga jarang sekali dilakukan.  Senyuman seorang guru akan memberikan aura yang positif terhadap anak didiknya.  Mereka akan merasa sangat dihargai,  disambut hangat oleh orang tua keduanya disekolah seperti hangatnya senyuman orang tua pertama mereka dirumah saat melepas anaknya berangkat ke sekolah. Senyuman seorang guru melambangkan sebuah ketulusan guru dalam mendidik.

Seperangkat kurikulum, berbagai metode,  model,  media, dan serangkaian dokumen administrasi yang harus dimiliki guru tidak akan mampu mencapai keberhasilan pembelajaran jika guru tidak mampu memberikan pelayanan positif kepada anak didik mereka.

Mengapa sebuah senyuman guru sangat penting ? Pentingnya senyuman seorang guru sama halnya dengan pentingnya sehelai benang bagi seorang penjahit.  Benang mampu menyatukan guntingan kain menjadi sebuah baju yang bisa dipakai dengan nyaman. Tanpa sehelai benang,  seorang penjahit tidak akan bisa menghasilkan sebuah baju.  Begitu juga dalam pembelajaran,  senyuman mampu menyatukan hati seorang guru dengan anak didiknya sehingga akan tercapai tujuan pendidikan.

Kategori
Buah Pikir

Sajak Untuk Anak yang Malang

(Karya: NOVI HANDRA, S.Pd.I)

Anakku, hidup berawal dari kemiskinan

Dunia begitu langka untuk mau mengenal duka

Mengenal wajah mungil

Keceriaan pagi ditelan bumi senja

Anakku, hidup berawal dari kerusuhan

Panji lemah mengetuk hujan

Semak- semak memberi kabar akan kesuburan

Sementara kering meranting. Bersahabat denganmu

Anakku, hidup berawal dari senyummu yang tulus

Memaknai takdir Tuhan

Pada setiap dahan mati

Hingga kembali berarti

Kategori
mutiara dakwah

Si Pengundang Bencana

Oleh EFENDI MUKHTAR/Guru SD Islam Raudhatul Jannah


Alhamdulillaah ‘ala kulli hal, innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Akhir-akhir ini masyarakat kita dan awak media baik cetak maupun elektronik diramaikan dengan pemberitaan tentang berbagai macam bencana alam yang datang melanda. Gempa bumi, tsunami, galodo dan sebagainya. Bahkan di Palu Sulawesi terjadi likuifaksi yang menghilangkan satu perkampungan. Likuifaksi adalah bencana yang sangat langka terjadi, di mana tanah bagian bawah berputar-putar seperti diaduk-aduk dengan air lalu berubah bagaikan lumpur menelan segala yang ada di atasnya. Gedung-gedung, rumah, manusia, mobil, dan material lainnya tenggelam, terbenam, hilang tanpa bekas. Berbagai bencana tersebut telah menimbulkan korban ribuan nyawa, dan harta benda yang tak terhitung jumlahnya. Korban tidak hanya orang-orang zhalim, orang baik-baik, bayi-bayi yang tak berdosa, bahkan semut-pun turut menanggung akibatnya.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَابَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.” QS. An-nahl (16): 61

Saudaraku! Datangnya bencana alam, mushibah, dan berbagai macam ragam kerusakan di darat dan di laut  tersebut bukanlah kebetulan saja, melainkan karena ulah tangan-tangan manusia. Manusia yang mengundang, meminta, dan membuatkan alasan bagi Allah untuk segera mendatangkan siksa-Nya, yakni dengan memilih orang-orang kafir atau yang loyal kepada kekafiran sebagai pemimpinnya. Hal ini ditegaskan langsung oleh Allah Sang Pengatur kehidupan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” QS. An-nisa (4): 144

Saudaraku! Allah melarang kita memilih orang kafir, partai serta para caleg pendukungnya karena kebijakan mereka akan menghancurkan tatanan kehidupan. Merusak agama, undang-undang, pendidikan, ekonomi, social budaya dengan berbagai tipu muslihat dan alasan palsu. Merajalelanya kezaliman, kemungkaran, pelacuran, perjudian, LGBT, dan berbagai perbuatan terkutuk lainnya adalah bukti nyata ketika kekuasaan ada di tangannya. Mereka bukannya melarang, malahan melakukan pembelaan dan pembenaran dengan berbagai dalih dan dalil. Maka tangan siapa saja yang memilih mereka (kafir) sebagai pemimpin atau pembuat peraturan berarti telah membuatkan alasan agar Allah segera mendatangkan bencana di negeri ini, walaupun caleg tersebut adalah keluarga / kerabat sendiri.

Ketahuilah, wahai saudara-saudaraku! Hanya orang-orang buta yang tak bisa melihat fenomena yang terjadi saat ini, dan tak menghiraukan seruan para penyeru kepada keselamatan. Mereka rela dan senang menjadi pengundang datangnya bencana yang akan menimpa diri, keluarga,bangsa, dan negaranya.

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya yang buta bukanlah mata, tetapi yang buta, ialah hati yang ada di dalam dada.” QS. Al-Hajj (22): 46

Wahai saudara-saudaraku! Renungkanlah pesan Allah dalam kitab-Nya yang mulia :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari bencana (mushibah) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” QS. Al-anfal (8): 25

حسبنا الله و نعم الوكيل ، نعم المولى ونعم النصير

والحمد لله رب العالمين

Kategori
karya

Keramaian Pasar

Ini adalah gambar bercerita karya Azizah Siswi SD Islam Raudhatul Jannah, dan gambar ini menjadi jawara pada tingkat kecamatan payakumbuh utara pada tahun 2018

Kategori
karya

Batik

Karya Batik ini adalah goresan tangan dari Abidah Adelia Siswi SMP Raudhatul Jannah dan menjadi juara 3 tingkat provinsiAttachments area

Kategori
karya

Karikatur Hari TNI

Karikatur ini adalah karya dari Zahra Asra siswi SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah yang menjadi juara 1 pada pagelaran Hari TNI