Kategori
Buah Pikir

Thamrin Manan, SH Memperkuat Gerakan Ummat Islam

Sosok Pendiri Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah:

Thamrin Manan, SH Memperkuat Gerakan Ummat Islam

Tulisan: Akmal (Sekretaris Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah)

Thamrin Manan sosok yang konsisten dalam keberpihakan pada pembangunan karakter bangsa telah menorehkan berbagai pengalaman dan karyanya terhadap ummat Islam, bangsa dan daerah. Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah merupakan sebuah kegelisahannya di mana di kampungnya sendiri belum ada sekolah Islam yang unggul dan favorit. Untuk kepentingan pendidikan Islam ia mendirikan lembaga pendidikan, mulai dari TK sampai SMA.  Lembaga yang yang berbentuk Yayasan sepeninggalnya tetap eksis. Kuncinya adalah keikhlasan beramal sehingga terbesar dari interst dan kepentingan sesaat serta sistem yang telah dibangun menjadi acuan dalam standar operasional prosedur. Orang boleh berganti, tetapi sistem harus jalan. Sekarang akan memasuki usia yang ke 28 tahun.

 

Memasuki umur 56 tahun Thamrin Manan, SH sebagai pengacara Kondang di Jakarta memilih untuk mememasuki masa tuanya kembali ke kampung untuk memperkuat gerakan ummat Islam Sumatera Barat tahun 1989. Pilihan ini bukan muncul begitu saja. Di waktu SMA 2 Bukittinggi ia telah aktif di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), 1957 turut serta dalam pendirian Pesantren pertanian Darul Fallah bersama-sama dengan Buya Gafar Ismail (ayah Taufik Ismail), Ahmad Muslih Saefuddin (mantan menteri Pertanian). lembaga Pembela Hak Asasi Manusia (LP HAM). Di samping melakukan dukungan terhadap Partai Masyumi dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Turut serta dalam pembangunan Universitas Jambi ketika menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kota Jambi.

Kepulangannya ke Sumbar  untuk memperkuat dakwah Islamiyah merupakan pilihan yang lahir dari hatinuraninya yang dalam. Walaupun ia ditawari oleh Drs. Hasan Basri Durin Gubernur Sumatera Barat untuk menjadi Rektor Universitas Bung Hatta sebagai universitas swasta terkemuka di waktu itu.  Ia tolak.

Thamrin Manan atas kepentingan persoalan hukum yang banyak dihadapi oleh aktifis dakwah dan kaum duafa dalam soal keadilan hukum yang diresponi oleh Dewan Dakwah Pusat maka untuk Sumbar dibentuklah Lembaga Bantuan Hukum Islam Qisthan 1989 dengan pendirinya Thamrin Manan, SH, Masfar     Rasyid SH, Asma Naim, SH, Armidas Munir SH, dkk, yang berpusat di Bukittinggi dan ditunjuk sebagai Direktur adalah Masfar Rasyid, SH.  Berbagai pengaduan kasus-kasus struktural  masuk ke LBH Qistan, seperti kasus Rel Kereta Api, kasus kebakaran pasar atas, Kasus kecurangan pemilu, kasus terbakarnya  Pasar Atas Bukittinggi, dan sampai  bantuan terhadap kasus yang berhadapan dengan bisnis keluarga  Istana waktu itu.

Secara simultan, ia memberikan dukungan  pula di Dewan Dakwah Sumbar. Berbagai kasus-kasus keagamaan turut ia back up dan  termasuk program dakwah yang dijalankan dewan dakwah Sumbar bersama Inyiak Datuk Tan Kabarasan, Buya Munir Zakaria.

Bersama Dewan Dakwah tahun 1992, dan cendikiawan di Padang seperti DR Mochtar Naim, Dr . Saifulah, SH MA, Katarnida Bakri, SH, Moestamier Makmoer dan Drs. H. Sjoerkani, Buya HMS Tan Kabasaran dan Buya Munir Zakaria  membentuk Yayasan Kebangkitan Islam Sumatera Barat di Padang.  Yayasan ini dalam rangka mempersiapkan Universitas Islam di Sumatera Barat.

Kiprah lain ia diamanahi menjadi Ketua Pengurus YARSI Sumbar, Ketua Yayasan PDRI.

***

Kehadiran Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah merupakan sebuah jawaban dari refleksi dari kondisi ummat Islam secara keseluruhan dan ummat Islam di Payakumbuh dan 50 Kota. Lembaga pendidikan Islam dan swasta masih dipandang sebelah mata, sebagai arternatif bagi yang tidak lulus di sekolah negeri. Banyak lembaga pendidikan Islam  kurang diminati.  Sementara generasi muda Islam tersebut harus dipersiapkan sebaik mungkin agar kelak menjadi intelektual Islam, cendekiawan Islam, teknokrat Islam.

Dalam rangka di atas, Thamrin Manan, SH  dengan tokoh-tokoh Islam Kota Payakumbuh berhimpun dalam Jamaah Masjid Baitussalam Koto Baru Balai Janggo mendirikan Yayasan  Pendidikan Islam Raudhatul Jannah, 1990. Pendidikan dimulai dari Taman Kanak-Kanak, ternyata dapat sambutan maka didirikanlah Sekolah Dasar Islam Raudhatul Jannah, terus SMP Islam, dan SMA Islam.

Sebagai Lembaga Ummat, Ia  mendirikan sekolah dengan penuh keseriusan dengan menggalang dana ummat dari mana saja termasuk relasinya ketika menjadi pengacara di Jakarta seperti Hasyim  Ning, Abu Hasan, Djanamar Adjam, dll dan Orang Payakumbuh di kampung dan di rantau.  Keseriusan juga ia perlihatkan dengan memasukkan anak kandungnya sendiri belajar di sekolah Raudhatul Jannah yang masih baru.

Di sisi lain, Thamrin memberikan inspirasi kepada pengelola pendidikan untuk terus berpacu dalam membangun siswa agar berakhlak mulia dan terdepan dalam prestasi. Ternyata itulah rahasia sekolah-sekolah yang ada YPI Raudhatul Jannah diminati oleh warga Payakumbuh, 50 Kota dan Tanah Datar. Konsepsi Integrasi Ilmu, Agama dan  Amalan merupakan pilar yang menjadi kekuatan di Raudhatul Jannah. Berbagai prestasi kota, propinsi dan nasional telah diraih.

8 Agustus 2011, Ia telah berpulang ke rahmatullah dengan berbagai amalan-amalan yang sangat bermanfaat bagi ummat Islam sampai sekarang. Sebagai sosok pengacara kondang, ternyata ia tidak lupa basis perjuangan Islam, yang tiap detik harus dipupuk, dipelihara, dikembangkan. Berbagai peran ia jalankan sebagai pengacara, politisi, pejuang di dunia kesehatan, PDRI dan YPI Raudhatul Jannah adalah dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *